“NESTAPA PEJABAT DAERAH” DI TAHUN POLITIK

Oleh: efraim lengkong

Pemilu serentak tinggal dua bulan hiruk pikuk para tim sukses semakin menderu.

Bisnis baliho dan percetakan memanas dalam meraup keuntungan, tak ketinggalan pendapatan pebisnis kayu meningkat dengan larisnya kayu yang dijadikan bingkai baliho.

Beras dan amplop menjadi peluru dalam pertandingan perebutan suara.

Karangan bunga tumbuh bagaikan jamur disetiap rumah duka dengan mengesampingkan status ekonomi.

Disisi lain sebagian masyarakat berterimakasih dengan fenomena ini, para pejabat daerah sampai di RT/RW mengeluh kesakitan dan tidak dapat berteriak….?

“Tak terbantahkan apabila ada diantara kepala daerah yang anak atau saudara kandung mereka menjadi calon legislatif (caleg) maka para pejabat didaerah tersebut pasti menderita”.

Fakta dilapangan disalah satu daerah para pejabat bukan hanya ditargetkan meraup suara pemilih, tapi juga diwajibkan untuk mengisi kocek si caleg yang nota bene saudara kandung sang bupati, betapa sadisnya luka yang dialami pejabat daerah. (*)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *