Miris, Pemekaran Desa Molobog Timur Gubernur Sulut Belum Terima Laporan

SULUT Identitasnews.id – Ada pepetah mengatakan ‘pereaturan dibuat untuk dilanggar’ mungkin hal tersebut yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim terkait pemekaran Desa Molobog Timur Kecamatan Motongkad yang diduga kuat inpresedural.

Sudah jelas-jelas sejak tahun 2014 pemekaran atau penggambungan wilayah sudah tidak ada atau moratorium. Namun, nampaknya hal ini tidak berlaku bagi Pemkab Boltim lebih parahnya pemekeran Desa tersebut tak sesuai UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Sesuai informasi yang ada, Pemkab Boltim telah melantik Pejabat Sangadi (Kepala Desa) Molobog Timu. Ironinya, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE (OD) mengaku tidak tahu akan hal tersebut.

“Kalau itu saya tidak tahu. Karena belum ada laporan dari Bupati terkait,”tutur Dondokambey saat di wawancarai usai kunjungan di lokasi Balai Pertemuan Umum (BPU) Al-Hidayah Perumahan Griya Agape Sabtu 01 Februari 2020 di Restoran Pondok Kelapa, Desa Suwaan Kecamatan Kalawat Minut.

Gubernur juga secara singkat mengarahkan beberapa wartawan saat itu untuk menanyakan langsung soal pemekaran Desa Molobog Timur ini ke Bupati Boltim.
“Tanyakan langsung saja kepada Bupatinya ya,” tandas Dondokambey sembari melemparkan senyum khasnya.

Ketidak tahuan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE tentu saja membuat LSM GMBI berpendapat tajam.”Kalau ada pemekaran tanpa sepengetahuan Pak Gubernur, berarri ada kejanggalan yang perlu ditelusuri dari pemekaran itu,” tukas Ketua LSM GMBI Wilter Sulut, Howard Hendrik Marius.

Informasi yang diperoleh tentang riwayat pemekaran Desa Molibog Timur ini masih simpang siur. Sebelumnya media ini pernah merilis yang mana Asisten I Pemkab Boltim yang baru saja dilantik, mengatakan akan berkordinasi dengan Bagian Hukum dan Camat serta Sangadi di wilayah terkait.

Sementara LSM GMBI sendiri sudah melayangkan surat ke DPRD Provinsi Sulawesi Utara, untuk mendalami dugaan Desa Fiktif itu.”Kami akan mengawal kasus dugaan desa fiktif ini sampai selesai,” piungkas Marius.

Sementara itu, Bupati Boltim Sehan Landjar ketika dihubungi salah seorang anggota tim, mengaku program pemekaran Desa Molobog itu sudah sejak tahun 2013. Namun saat itu Landjar mengaku sedang terburu-buru, karena pesawat sudah mau berangkat. “Nanti saya kembali, kita ketemu dan bahas lagi,” ucapnya santun sembari menutup pembicaraan diponsel.(Mesakh)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *