Pemkab Minsel Percepat Pembangunan Laboratorium PCR

AMURANG,identitasnews.id  — Banyaknya keluhan masyaralat soal pemakaman menggunakan prokol Kesehatan Covid-19, terhadap pasien yang hasil akhirnya tidak menyatakan terkonfirmasi Covid-19 diakui Pemerintah Daerah Kabupaten Minsel.

“Iya memang benar ada banyak keluhan warga terkait hal itu,” tutur Kadis Kesehatan Minsel dr Edwin Schouten,Selasa 18 Mei 2021.

Menurutnya, banyaknya keluhan warga karena masyarakat merasa dirugikan. Padahal memang sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah sudah jelas mengapa sampai pasien yang suspek atau probable.

“Salah satu antisipasinya memang akan dipercepat pembangunan laboratorium PCR tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut dikayakan, laboratorium PCR akan sangat membantu masyarakat, dimana jika pasian yang suspek ketika meninggal maka akan bisa langsung di cek lab.

Artinya, ketika pasies suspek meninggal dan langsung dicek labor PCR maka hasil akhirnya akan langsung diketahui. Misalnya, jika hasil akhirnya ternyata negative maka pasien yang suspek tersebut juga bisa dimakamkan seperti biasa. Sebaliknya jika positif maka harus dikuburkan secara protab.

“Yang terjadi selama ini, ketika pasien suspek kemudian pemakaman menggunakan cara protab covid-19, hal tersebut yang sering dikeluhkan warga. Apalagi ketika hasil akhirnya adalah negative, kemudian sudah dikuburkan dengan cara Covid-19. Jadi memang salah satu jalan keluar adalah pembanguna laboratorim PCR dan tahun ini dikerjakan,” jelasnya.

Dengan adanya  pembangunan laboratorium PCR ini Schouten berharap akan dapat membantu masyarakat yang ada di Minsel. Sehingga hal-hal yang menjadi keluhan masyarakat tidak akan terjadi lagi.

“Semoga secepatnya dibeli alat tersebut dan pelaksanaan pembangunan secepatnya dikerjakan,” sambungnya lagi.

Pengadaa alat Polimerase Chain Reaction (PCR) merupakan pemeriksaan dengan menggunakan teknologi amplifikasi asam nukleat virus, untuk mengetahui ada tidaknya virus / DNA virus, untuk memperkirakan jumlah virus dalam tubuh, untuk mengetahui jenis virus (genotipe atau subgenotipe) yang menginfeksi tubuh.  (red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *