Polres Bolmut Dinilai Tak Serius Tangani Persoalan PETI Di Bintauna

BOLMUT, IdentitasNews.Id – Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) yang beberapa waktu lalu telah melakukan penertiban di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di aliran sungai Kilo Meter 20 hutan Bintauna, dinilai tak serius.

Pasalnya, setelah melakukan penertiban di lokasi PETI, tak ada satupun alat berat yang digunakan para penambang disita oleh Polres Bolmut. Bahkan setelah di lakukan penertiban, alat berat jenis (Excavator) terus bertambah.

Berdasarkan laporan warga setempat kepada¬† Media Identitasnews.Id, jumlah alat berat jenis (Excavator) pasca penertiban terus bertamba dari 9 unit pada bulan april kemarin, menjadi 13 unit sekarang. “Lalu cuma 9 alat, sekarang sudah 13,” ungkap salah seorang warga bintauna yang enggan namanya disebutkan, Rabu (03/07).

Menurutnya, Aparat penegak hukum (APH) dibolmut seakan tutup mata dan diam membisu. “So nyanda ada polisi di bolmut ini ?. Buktinya, sudah hampir 6 bulan ini PETI di Bolmut masih juga beroperasi,” jelasnya.

Diapun mengungkapkan bahwa penertiban yang dilakukan Polres Bolmut beberapa waktu lalu sempat menahan beberapa orang penambang namun sampai hari ini, status dari beberapa orang tersebut tak ada kejelasan, “Cuma ada tangka kong lapas ulang. Kacau ini negeri kalau hukum gampang dibeli,” jelasnya dengan nada kesal.

Ditempat terpisah, salah satu peneliti  sejarah dan budaya Bintauna Ersad Mamonto menilai dan mempertanyakan Polres Bolmut yang tidak mampu menangani kegiatan ilegal ini.

“Saya heran, jelas-jelas secara terang benderang kegiatan tambang ilegal itu berkonsekuensi hukum. Namun, Polres seperti tidak berdaya dengan kondisi tersebut,” ungkap pria lulusan pasca sarjana Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia itu.

Sementara itu, Polres Bolmut melalui Kasat Reskrim Dolly Irawan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp tidak menjawab. Meski begitu, hingga berita ini ditayangkan upaya konfirmasi tetap dilakukan.

Berdasarkan informasi yang di himpun reporter Identitasnews.id sejumlah alat berat yang digunakan para penambang diduga sebagian besar milik bos berinisial SW alias (Eskobar) yang merupakan mafia tambang asal Manado sebagai penyedia alat berat kepada penambang. (FAM)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *