TOMPASO, identitasnews.id – Hukum Tua Desa Tolok Kecamatan Tompaso Reki Lumentah, mengatakan dampak musim kemarau yang berkepanjangan hingga saat ini, membuat masyarakat yang berprofesi petani harus putar otak untuk kemudian berpikir bagaimana caranya mempertahankan hidupnya di saat lahan pertanian tak bisa lagi diolah dsn menghasilkan.
Menurut Lumentah, masyarakat yang berprofesi sebagai petani yang berkisar 50 persen dari total penduduk desa Tolok, terpaksa beralih menjadi peternak (babi).
” Kemarau panjang yang hingga kini masih melanda daerah ini membuat petani di desa ini menjadi peternak dadakan demi menyambung hidup mereka. Peternakan babi menjadi pilihan utama mereka,” ujar Lumentah, Kamis (8/10/2026).
Lanjutnya, menjadi peternak menjadi pilihan mereka dengan alasan peternakan babi tidak sulit, hanya perlu ketelitian dan kesabaran dan hasilnya cukup memuaskan.
Masyarakat memang tidak ada pilihan lain untuk menyambung hidupnya. Beternak menjadi solusi tepat agar tetap ada pengasilan meski menunggu waktu yang tidak terlalu lama untuk dipanen dengan modal yang cukup.
” Pemerintah berkewajiban mendukung dan mendampingi masyarakat agar tidak patah semangat untuk tetap berusahan, meskipun jalan yang dipilih berbeda dengan profesi awal,” papar Lumentah.
Diapun berharap masyarakat tetap bersabar dengan situasi ini, sambil terus berdoa agar Tuhan segera mencurahkan hujan menyirami ladang pertanian dan perkebunan agar masyarakat kembali bertani atau bercocok tanam. (rom)














