Sekda Lynda Watania: Pemkab Minahasa dan BPOM Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan Ilegal

TONDANO, identitasnews.id — Pemerintah Kabupaten Minahasa bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manado melaksanakan monitoring dan evaluasi Satuan Tugas Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal serta Penyalahgunaan Obat, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas Satgas dan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mengawasi peredaran obat, makanan, serta penyalahgunaan obat di Kabupaten Minahasa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM., M.Si., hadir bersama Kepala Balai Besar BPOM Manado Hermanto, jajaran perangkat daerah, dan unsur Satgas terkait. Peserta lainnya antara lain Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, serta jajaran Satgas.

Hermanto mengatakan, evaluasi dilakukan untuk mengukur pelaksanaan tugas Satgas sejak ditetapkannya Surat Keputusan Bupati Minahasa. Forum tersebut juga membahas capaian dan kendala yang ditemukan di lapangan sebagai dasar penyusunan langkah pengawasan berikutnya.

Menurut Hermanto, pengawasan perlu dilakukan melalui pencegahan dan penegakan aturan. Edukasi kepada masyarakat, kata dia, penting untuk mencegah penyalahgunaan obat serta peredaran produk yang tidak memenuhi ketentuan.

Sosialisasi dapat dilakukan di sekolah, komunitas, dan kelompok kepemudaan. Masyarakat perlu memahami risiko penggunaan obat secara tidak tepat serta bahaya mengonsumsi atau mengedarkan produk ilegal.

Apabila ditemukan pelanggaran, Satgas dapat mengambil tindakan sesuai ketentuan, mulai dari pembinaan hingga proses hukum. Produk yang tidak memenuhi persyaratan juga dapat dimusnahkan sesuai prosedur.

“Intinya Satgas ingin melindungi kesehatan masyarakat di Kabupaten Minahasa, termasuk generasi muda. Jika tidak ditangani, konsumsi obat ilegal atau berbahaya dapat merusak masa depan dan menimbulkan beban bagi keluarga serta negara,” ujar Hermanto.

Sekda Minahasa Lynda Watania menyambut pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut. Ia menilai dukungan BPOM Manado penting untuk memperkuat pengawasan keamanan obat dan makanan di daerah.

Lynda mengatakan, koordinasi lintas sektor diperlukan agar persoalan di masyarakat dapat segera diidentifikasi dan ditangani. Penyalahgunaan obat dan narkotika, menurutnya, dapat berdampak pada individu, keluarga, dan lingkungan sosial.

“Ketika ditemukan permasalahan di lapangan, seperti meningkatnya masyarakat yang terlibat narkotika atau penyalahgunaan obat, tentunya dapat kita mitigasi bersama dan dicarikan solusi,” kata Lynda.

Ia mengimbau masyarakat tidak membeli atau menggunakan obat dan makanan yang tidak jelas asal-usul serta keamanannya. Masyarakat juga diminta melaporkan dugaan peredaran produk ilegal kepada pihak berwenang.

Lynda menegaskan, keterlibatan perangkat daerah dan aparat penegak hukum dalam Satgas menunjukkan komitmen Pemkab Minahasa untuk memperkuat pengawasan dan melindungi masyarakat.

Sinergi antara Pemkab Minahasa, BPOM Manado, aparat penegak hukum, dan masyarakat diharapkan dapat membangun sistem pengawasan yang lebih efektif serta mencegah penyalahgunaan obat dan peredaran produk berbahaya.(rom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *