Efraim Lengkong Jurnalis Senior, Penulis, dan Pemikir Yang Menyaksikan Tiga Zaman

Catatan: Marchel Hormati Pemimpin Redaksi identitasnews.id

Efraim Lengkong adalah anak bungsu dari lima bersaudara, putra pasangan suami-istri Daud Dengah Lengkong–Sompotan dan Martha Wagiu–Runtuwene. Beliau lahir pada 18 Agustus 1955 di Rumah Sakit Herman Lembean, Minahasa Utara.

Di masa kanak-kanak, beliau sudah merasakan suasana dan dampak zaman Peristiwa Permesta — semangat perjuangan rakyat Sulawesi yang melekat dalam ingatan sejak dini. Saat berusia 10 tahun, sebagai anak dari Daud Lengkong, Ketua Penumpas Gerakan 30 September PKI Minahasa Utara, serta adik dari Daan Karamoy, Komando Pemuda Anti Gerakan 30 September PKI Provinsi Sulawesi Utara–Gorontalo, beliau secara langsung turut terlibat dalam penumpasan PKI sekaligus merasakan tekanan, ancaman, bahkan percobaan penculikan dari pihak lawan politik yang berhaluan kiri-komunis. Pengalaman pahit ini membentuk jiwanya sejak kecil, memahami bahwa mempertahankan kebenaran dan iman bisa berarti menghadapi bahaya nyata.

Hidupnya merentang menyaksikan tiga zaman besar bangsa ini, masing-masing dengan ciri khas yang tak terlupakan:

  • Di bawah Orde Lama, masa kanak dan remajanya penuh ujian — beliau sudah merasakan betapa sulitnya memenuhi kebutuhan sandang dan pangan. Bahkan pada tahun 1965, saat pemerintah melakukan kebijakan redenominasi, uang lama pecahan Rp1.000 ditukar menjadi Rp1 uang baru — dampak yang dirasakan langsung oleh rakyat.
  • Di masa Orde Baru, keadaan berubah: menikmati kemudahan hidup, swasembada beras tercapai, serta stabilitas politik dan keamanan terjamin.
  • Kini hidup dan berjuang di tengah zaman Reformasi — yang justru dipenuhi kekacauan politik, maraknya korupsi, dan ketidakadilan hukum yang terasa di mana-mana.

Sebagai jurnalis senior, ia telah meliput, menyaksikan, dan mencatat pergantian rejim, janji yang berganti, serta kenyataan yang sering kali tak berubah. Pengalaman puluhan tahun inilah yang membentuk pandangannya: bahwa keadilan bukan soal nama pemerintahan, melainkan soal kebenaran moral yang ditegakkan.

Selain aktif menulis di berbagai media, beliau juga dipercaya sebagai Ketua Tim Penyusun Buku dengan dua karya penting: “Peran Budaya dalam Kamtibmas” serta “Peningkatan Bisnis Perbankan Melalui Digital Mindset dan Kolaborasi” — membuktikan pemikirannya tidak hanya mendalam di bidang hukum dan sosial, tetapi juga merambah ranah budaya, keamanan, dan ekonomi.

Kini, Efraim Lengkong dikenal luas sebagai jurnalis senior serta Pengamat Hukum dan Sosial Masyarakat Sulawesi Utara. Peran dan pengabdiannya terjalin di berbagai bidang:

  • Komisaris — PT Lentera Timur Lestari, perusahaan yang bergerak di bidang media tulis dan daring.
  • Kabid Hukum dan Advokasi — Panca Mandala Mapalus Jejaring BPIP-RI, menyuarakan hukum yang berpihak pada rakyat kecil.
  • Salah Satu Pendiri — Ormas Adat Aliansi Kabasaran Seluruh Indonesia, serta Penasehat Ormas Brigade Manguni (BMI) dan Manguni Indonesia (MI), menjaga warisan leluhur dan menolak segala bentuk perampasan hak ulayat.
  • Ketua Umum — Keluarga Besar Keturunan 6 Dotu Tanjung Merah Bitung, mengemban amanah menjaga kebenaran atas tanah warisan nenek moyang.
  • Ketua KPL GMIM Karunia -Wakil Ketua — Kelompok Pelayanan Lansia GMIM Wilayah Malalayang Timur, mengabdi kepada Tuhan melalui pelayanan kasih bagi sesama.
  • Humas — PT Segarindo Perusahaan Air Minum dan Wangae Whisky.

Tulisan dan pemikirannya membentang luas, jurnalisme, hukum, anti-korupsi, budaya, ekonomi, sejarah, hingga refleksi kehidupan. Bagi Efraim Lengkong, menulis bukan sekadar pekerjaan — melainkan amanah: kepada orang tua, kepada leluhur, kepada gereja, dan kepada masyarakat yang membutuhkan suara keadilan.

Dari masa kanak yang menyaksikan Permesta, peristiwa G30S PKI, hingga ancaman penculikan yang dihadapi saat berusia sepuluh tahun — puluhan tahun berganti rejim dan zaman, namun satu hal tak pernah berubah: tekadnya untuk selalu berdiri di pihak yang benar. (*)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *