TONDANO, identitasnews.id – Kabar baik datang dari Kabupaten Minahasa. Setelah beberapa bulan berada dalam tekanan inflasi atau masuk kategori zona merah, kini Minahasa berhasil keluar dan berada di zona hijau.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Minahasa, Vanda Sarundajang SS MAP, usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Senin (10/8/2026).
Menurut Wabup yang akrab disapa Vasung, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.
Salah satunya melalui pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah yang digelar secara berkala di sejumlah wilayah.
“Setelah beberapa waktu berada di zona merah, sekarang Minahasa sudah masuk zona hijau. Ini tentu menjadi kabar baik dan hasil dari berbagai upaya yang terus dilakukan pemerintah daerah,” ujar Wabup Vasung.
Meski demikian, Vasung menegaskan Pemkab Minahasa tidak akan lengah. Berbagai langkah antisipasi tetap akan dilakukan agar kondisi inflasi tetap terkendali dan tidak kembali masuk ke zona merah.
“Untuk mengantisipasi jika kembali ke zona merah, Pemkab Minahasa akan melakukan berbagai upaya untuk menekan inflasi, salah satunya menggelar operasi pasar supaya tidak ada pedagang yang memanfaatkan situasi,” tegasnya.
Selain operasi pasar, Pemkab Minahasa juga akan terus menjalankan program pasar murah secara rutin. Program tersebut dinilai penting bukan hanya dalam membantu menjaga kestabilan harga, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Ini pesan Pak Bupati agar kita melaksanakan secara rutin sebagai bentuk untuk menekan inflasi, tapi juga bentuk kehadiran pemerintah di tengah-tengah kesulitan masyarakat,” jelas Vasung.
Ia menambahkan, pengendalian inflasi membutuhkan kerja bersama dan langkah yang berkelanjutan. Karena itu, Pemkab Minahasa akan terus memantau perkembangan harga serta mengambil langkah cepat apabila ditemukan komoditas yang mengalami kenaikan.
“Dengan keluarnya Minahasa dari zona merah, pemerintah daerah berharap stabilitas harga dapat terus dipertahankan sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan pokok dapat diperoleh dengan harga yang wajar,” pungkas Vasung. (rom)














