MANADO, identitasnews.id – Mendengar dan melihat langsung keluhan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado meminta Pertamina Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) segera mengatasi antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Permasalahan ini dibahas dalam pertemuan antara Pemkot Manado dan Pertamina Wilayah SulutGo di Kantor Wali Kota Manado, Kamis (15/10/2026).
Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, mengatakan bahwa Pemkot Manado telah meminta penjelasan kepada Pertamina mengenai meningkatnya antrean kendaraan di SPBU.
“Selaku pemerintah, kami mendengar keluhan masyarakat. Karena itu, kami bersama pihak Pertamina berupaya memecahkan permasalahan ini secepatnya,” ujar Richard.
Ia menegaskan, Pemkot Manado meminta Pertamina menuntaskan persoalan tersebut dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan agar antrean panjang di SPBU dapat segera diatasi.
“Karena kondisi tersebut memberikan dampak nyata terhadap aktivitas perekonomian masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite,” tegasnya.
Menurut Richard, pihak Pertamina menyampaikan bahwa keterlambatan distribusi menjadi salah satu penyebab meningkatnya antrean kendaraan di SPBU.
Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) SulutGo I Fuel, Agung Afrizal, menjelaskan bahwa penyaluran BBM ke SPBU masih terus berlangsung.
Ia menyebutkan, kapal pengangkut Pertalite telah tiba pada 13 Oktober 2026 dengan membawa pasokan sebanyak 3.000 kiloliter (KL). Pertamina juga merencanakan tambahan pasokan Pertalite sebanyak 5.000 KL pada 16 Oktober 2026.
Agung mengimbau masyarakat, khususnya di Kota Manado, agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan menjaga ketertiban saat melakukan pengisian di SPBU.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya di Kota Manado, untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tetap menjaga ketertiban dalam melakukan pembelian di SPBU,” ujar Agung.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Manado, Steaven Dandel, serta Kepala Bagian Perekonomian, David Kambey.















