SANGIHE.Identitasnews.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus berupaya untuk penanganan dampak bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menindak lanjuti permohonan bantuan ke Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Utara, Kamis (23/07/2026), yang sebelumnya telah diajukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam rangka kesiapsiagaan tanggap darurat menghadapi aktivitas Gunung Awu saat berada pada Status Level II (Waspada).
Bupati menjelaskan bahwa permohonan bantuan tersebut pada awalnya ditujukan sebagai bentuk antisipasi menghadapi potensi kedaruratan akibat peningkatan aktivitas Gunung Awu. Namun, dengan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memohon agar bantuan tersebut dapat dipercepat realisasinya karena sangat dibutuhkan untuk mendukung penanganan darurat di lapangan.
Bupati menyebutkan bahwa bantuan yang diajukan meliputi tenda pengungsi, tenda serbaguna, motor tangki air, mobil truk angkutan logistik dan pengungsi, WC serta portabel. serta berbagai peralatan pendukung lainnya untuk penanganan keadaan darurat.
Dari hasil pertemuan tersebut, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Utara Ir. Reza Rizka Pratama, ST menyatakan kesiapan pihaknya untuk segera menyalurkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Atas komitmen yang baik tersebut, Bupati Michael Thungari menyampaikan apresiasi atas respons cepat Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Utara, yang dinilai sebagai bentuk nyata sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam penanganan darurat bencana.
Bupati berharap bantuan yang akan disalurkan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mempercepat pemulihan kondisi wilayah terdampak, serta memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan cepat dan tepat sasaran.(jl)












