Tingkatkan Kapasitas, 10 Anggota APIP Daerah Minahasa Ikuti Diklat Pemeriksaan Infrastruktur Gedung dan Bangunan di Bali

TONDANO, identitasnews.id – Pengawas Pemkab Minahasa, terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam rangkah menghasilkan pengawasan dan pemeriksaan yang berkualitas sesuai dengan kaidah dan aturan guna mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang jujur dan akuntabel.

Kepala Inpektorat Kabupaten Minahasa Dr Vicky Tanor, sebanyak 10 tenaga pengawas daerah kabupaten Minahasa, mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) Pemeriksaan Infrastruktur Gedung dan Bangunan di Balai Diklat Pemeriksaan Keuangan Negara di Bali.

“Diklat ini sangat penting dan strategis bagi kami sebagai pengawas dalam rangkah meningkatkan kualitas pengawasan dan pemeriksaan,” ujar Tanor, Senin (7/9/2026).

Diklat pengawasan inspektorat adalah program pelatihan khusus dan bimbingan teknis untuk meningkatkan kompetensi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam bidang audit, reviu, evaluasi, dan pengendalian internal.

Pengawasan oleh pengawas daerah mengawasi penyelenggaraan urusan pemerintahan, pengelolaan keuangan, kinerja, dan program pembangunan yang dikelola oleh perangkat atau instansi pemerintah.

Salah satu peserta Diklat Assanoke R Supit SE, mengatakan, Objek Pengawasan Inspektorat, meliputi pengawasan Pengelolaan Keuangan: Mengawasi penggunaan anggaran, laporan keuangan, serta alokasi dana termasuk dana desa agar tepat sasaran dan akuntabel.
Kinerja Perangkat Daerah: Memantau pelaksanaan tugas dinas, badan, dan unit kerja pemerintah agar berjalan efektif dan efisien.

Program Pembangunan dan Pelayanan Publik: Mengawal proses pembangunan nasional maupun daerah serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kepatuhan Hukum: Memastikan seluruh kegiatan instansi sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Pengawas daerah berkewajiban melakukan pengawasan terkait penyelenggaraan negara demi ketertiban dan keteraturan administrasi guna menghindari perilaku tak pantas yang dapat merugikan negara,” papar Anggota Badan Pengawas Perbendaharaan dan Keuangan KGPM ini.

Ditambahkan Assa, melalui Diklat Pemeriksaan Infrastruktur Gedung dan Bangunan, kami belajar bahwa pemeriksaan bukan hanya melihat fisik bangunan.

“Kami belajar memahami desain, struktur, kualitas pekerjaan, standar teknis, hingga potensi risiko yang dapat mempengaruhi keberhasilan pembangunan. Karena di balik setiap bangunan yang kokoh, terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan setiap rupiah yang digunakan memberikan nilai bagi masyarakat,” pungkas Assa. (rom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *