TONDANO, identitasnews.id – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Minahasa Haji Syafaruddin Madeppungeng memimpin rapat koordinasi (Rakor) dalam rangkah persiapan menghadapi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2025. Dalam rakor tersebut juga dibicarakan program kerja PCNU Minahasa bersama Badan Otonom (Banom) NU, Rabu (27/8/2025), bertempat di Kedai Sedap Malam, Kampung Jawa Tondano.
” Selain pemantapan program, rakor perdana ini juga membicarakan program yang sudah di depan mata yakni perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 6 September 2025 dengan Muslimat NU Kecamatan Tondano Barat sebagai panitia pelaksana,” ujar Madeppungeng.
Rakor turut dihadiri oleh Rois Syuriah, Ikbal Durand, Sekretaris PCNU, Haris Tumbol, serta perwakilan Banom NU di antaranya Muslimat, Fatayat, ISNU, Pergunu, dan PMII.
Lanjut Maddepunge, rakor ini juga dibahas berbagai agenda strategis program kerja PCNU Minahasa ke depan.
Dia berharap agar lewat rakor ini semua jajaran pengurus PCNU Minahasa hingga ke kecamatan saling bersinergi, menyatukan segala daya dan upaya serta kemampuan organisasi demi terwujudnya dan suksesnya semua program yang telah diputuskan.
” Saya kira untuk mewujudkan semua program yang telah kita putuskan bersama dibutuhkan kerja keras dan kerjasama dari semua kekuatan yang ada. Sebab sukses tidaknya semua program kita tergantung dari kerja kerja yang kita upayakan dan usahakan secara bersama-sama,” tuturnya.
PCNU Minahasa saat ini memiliki tanggung-jawab yang besar guna membawa organisasi ini maju dan berkembang.
Program-program yang telah kita putuskan bersama memiliki arti dan makna mendalam terutama membangun persatuan dan kebersamaan dalam bingkai keluarga besar NU Minahasa, serta membangun relasi yang baik dengan pihak lainnya termasuk dengan pemerintah.
” Peran NU dalam membangun bangsa ini dan daerah sangat diperhitungkan. Keterlibatan NU dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara sangat dibutuhkan. Karena itu NU Minahasa harus mampu menunjukkan peran dan kualitasnya, bukan hanya sebagai sebuah organisasi keagamaan, namun juga sebagai organisasi penguat demokrasi di tengah kepelbagaian perbedaan. NU harus menjadi penyejuk dan pembawa damai yang selalu di nanti-nantikan, sebab NU lahir dan besar untuk persatuan dan menjaga tali perdamaian di negeri ini,” pungkas Maddepunge. (rom)





























