TOMPASO, identitasnews.id – Jalan nasional yang menghubungkan Tompaso dan Tompaso Barat, terlihat sangat memprihatinkan. Jalan yang merupakan jalan utama sebagai penghubung antar propinsi sebagaimana fungsi dan keberadaan jalan terlihat rusak, sehingga menyulitkan dan membahayakan pengguna jalan baik kendaraan roda dua dan roda empat.
Harusnya jalan yang dibangun dengan dana APBN kualitasnya melebihi kualitas jalan provinsi apalagi kabupaten atau kota.
Tapi nyatanya jalan tersebut rusak dan terpantau pengguna jalan harus perlahan-lahan dan lebih berhati-hati melewati jalan tersebut.
Menyikapi hal itu, salah satu pemerhati pembangunan di daerah ini Drs Berty Mendur, menyatakan keprihatinannya dan kekecewaannya. Menurut Mendur, sangat ironis jika jalan nasional kualitas dan keberadaannya seperti ini. Pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional jauh memiliki kelebihan dibanding jalan provinsi apalagi kabupaten atau kota.
Tapi, jika kenyataannya seperti ini, lantas siapa yang harus disalahkan. Musibah bisa menimpah pengguna jalan, namun entah siapa yang harus bertanggung-jawab nanti.
“Padahal kalau didaerah lain, jalan nasional sangat baik, apalagi pemeliharaannya. Berbanding terbalik di daerah ini. Padahal jalan tersebut menghubungkan Langowan yang katanya kampung Presiden Prabowo. Coba dibayangkan jika jalan ini dilewati oleh orang nomor satu di negeri ini saat berkesempatan pulang Langowan. Jelas jalan ini sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa pengguna jalan. Makanya harus segera diperbaiki. Sangat memaluhkan jika ini dibiarkan. Bukan cuma keselamatan jiwa dikorbankan, tapi juga nama baik pemimpin negeri ini turut dikorbankan,” tegas Mendur, Minggu (2/8/2026).
Dia sangat berharap perhatian dari pemerintah pusat. Jalan ini butuh sentuhan perbaikan. Dan jika ada perbaikan, hendaknya kualitas harus diperhatikan, bukan sekedar mencari keuntungan diatas korban jiwa yang bisa berjatuhan.
“Jangan biarkan korban berjatuhan. Harus segera ditindaki dengan perbaikan yang lebih mengutamakan mutu atau kualitas dan bukan sekedar mencari keuntungan,” pungkas Mendur. (rom)














