BOLMUT, Identitasnews.Id – Osco Olfriady Letunggamu, B,Sc. M.Sc, M.H,VDI resmi ditunjuk sebagai Konsul Kehormatan (Honorary Consul) Kerajaan Belanda untuk wilayah Sulawesi.
Penunjukan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Belanda di kawasan timur Indonesia sekaligus memberikan pengakuan resmi dari Pemerintah Indonesia terhadap pelaksanaan fungsi konsuler yang akan dijalankan.
Sebagai konsul kehormatan, Osco bertugas membantu pelayanan konsuler sesuai kewenangan, memfasilitasi hubungan antarlembaga, serta mendorong penguatan kerja sama di berbagai sektor antara Indonesia dan Kerajaan Belanda.
Menurut Fikri Gam, penunjukan Osco dinilai memiliki dasar yang kuat. Selain memiliki latar belakang internasional, ia juga memiliki ikatan emosional dengan Pulau Sulawesi.
Ketua DPC Partai Demokrat Bolmut itu menilai penetapan Osco menandai kepercayaan Pemerintah Kerajaan Belanda kepada putra daerah asal Sulawesi itu untuk memperkuat hubungan bilateral di kawasan timur Indonesia.
“Iya benar. Beliau telah ditetapkan sebagai Konsul kehormatan Belanda untuk Sulawesi,” ungkap Fikri Gam kepada awak media ini, Jumat (10/7/2027).
Melalui pesan yang disampaikan kepada awak media ini, Fikri Gam menyampaikan apresiasi dan doa atas amanah baru yang diemban Osco Olfriady Letunggamu.
“Selamat atas penetapan Bapak Osco Olfriady Letunggamu sebagai Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda untuk wilayah Sulawesi. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh integritas serta semakin mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Belanda, khususnya di Sulawesi,” ujarnya.
Menurutnya, penunjukan tersebut merupakan kebanggaan bagi masyarakat Sulawesi karena sosok Osco dinilai memiliki pengalaman luas dalam membangun jejaring internasional dan mendorong kerja sama lintas sektor.
“Sebagai Konsul Kehormatan, Osco Olfriady Letunggamu akan menjalankan fungsi representatif dalam mendukung hubungan bilateral, memfasilitasi kepentingan warga negara Belanda, serta mendorong kerja sama di bidang ekonomi, investasi, pendidikan, sosial, dan budaya di wilayah Sulawesi,” terangnya.
Fikri Gam berharap penetapan ini diharapkan semakin memperkuat hubungan diplomatik dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Kerajaan Belanda dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat di Sulawesi.
(Fadlan)












