Caption foto: Evrimont Marasut, salah seorang petani kelapa di Desa Bulude Selatan Kecamatan Essang
TALAUD, identitasnews.id – Harga kopra di Kabupaten Kepulauan Talaud kian sangat memprihatinkan. Pasalnya, beberapa bulan belakangan ini hingga sekarang ini harga kopra tak kunjung normal.
“Sudah beberapa bulan harga kopra tidak naik. Bahkan hampir dalam seminggu itu ada 2 kali harga kopra turun. Kami juga tak tahu apa yang menjadi kendala hingga harga kopra turun,” ujar Evrimont Marasut petani asal desa bulude selatan kecamatan essang.
Lanjut Marasut bahwa, di Talaud sebagian besar masyarakat adalah petani kelapa. Apalagi di wilayah Talaud utara notabenenya didominasi dengan tanaman kelapa.
“Kami sangat mengharapkan bagi pemerintah untuk bisa melihat kebutuhan kami sebagai masyarakat petani. Apalagi saat ini harga ekonomi sudah tak seimbang dengan pendapatan kami sebagai masyarakat kecil,” jelas Marasut.
Ditempat terpisah, Devis Ratunguri petani asal desa Tarun kecamatan Melonguane mengungkapkan hal serupa terkait dengan harga kopra yang tak kunjung naik.
“Para petani diwilayah kami juga sangat memprihatinkan dengan kondisi harga kopra. Dikarenakan saat ini harga Sembilan bahan pokok (Sembako) sudah naik. Jadi pendapatan dan pengeluaran sudah tak seimbang lagi,” tandas Devis Ratunguri dengan nada kesal.
Diketahui harga kopra saat ini Rp.4.500/Kg. Pada hal harga kopra sebelumnya Rp.8.000/Kg. (Donal Lule)




























