Manado, identitasnews.id – Perayaan Nyepi Tahun 2026 mengusung tema nasional “Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju”, yang menegaskan pentingnya persaudaraan universal serta harmoni dalam keberagaman sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Pemerintah Kota Manado mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama, seiring dengan momentum perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka yang beriringan dengan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Ajakan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, saat menghadiri langsung rangkaian upacara suci Tawur Agung Kesanga yang dilaksanakan di Lapangan Sparta Tikala, Rabu (18/03/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi ini diawali dengan persiapan sejak Selasa (17/03/2026) melalui gladi kotor dan gladi bersih. Pada hari pelaksanaan, rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan persiapan ogoh-ogoh, pengecekan akhir, hingga prosesi utama Tawur Agung Kesanga yang diiringi kidung suci serta tarian Rejang Renteng.
Acara kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Pinandita Jero Gede (Purn) Kompol Nyoman Sukra, serta Dharmawacana oleh Ketua Paruman Walaka PHDI Kota Manado. Rangkaian kegiatan turut diisi dengan sambutan panitia, sambutan Pemerintah Kota Manado, hingga pelepasan pawai ogoh-ogoh yang berlangsung meriah.
Dalam sambutannya yang mewakili Wali Kota Manado, Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang akan merayakan Hari Raya Nyepi serta apresiasi atas pelaksanaan seluruh rangkaian ritual keagamaan yang berlangsung dengan tertib dan khidmat.
“Tema Nyepi tahun ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat kita. Satu bumi, satu keluarga, menjadi pengingat bahwa perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan untuk membangun kebersamaan,” ujar Sualang.
Ia menegaskan bahwa keberagaman di Kota Manado merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dan dirawat bersama. Kehidupan harmonis antar umat beragama yang telah terbangun selama ini menjadi modal utama dalam pembangunan daerah.
Momentum tahun ini, lanjutnya, memiliki makna khusus karena Hari Raya Nyepi yang identik dengan keheningan dan refleksi diri berlangsung berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri, yang menjadi puncak perayaan umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga suasana kondusif. Umat Hindu dapat menjalankan Catur Brata Penyepian dengan khusyuk, sementara umat Muslim dapat menyambut Idul Fitri dengan penuh sukacita,” katanya.
Pemerintah Kota Manado bersama unsur TNI dan Polri juga menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya kedua hari besar keagamaan tersebut.
Lebih lanjut, Sualang menekankan bahwa Pemerintah Kota Manado akan terus hadir sebagai pengayom bagi seluruh umat beragama tanpa membedakan latar belakang, serta memperkuat sinergi dengan tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan berbagai organisasi keagamaan lainnya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Wali Kota Manado yang dinilai sebagai bentuk perhatian dan dukungan nyata pemerintah terhadap umat Hindu di Kota Manado. Ia menjelaskan bahwa rangkaian Hari Raya Nyepi telah dilaksanakan sejak beberapa waktu lalu, termasuk kegiatan bakti sosial dan ritual Melasti.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pawai ogoh-ogoh turut digelar dan dilepas langsung oleh Wakil Wali Kota Manado, diikuti oleh seluruh peserta dari berbagai komunitas umat Hindu di Kota Manado.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat Pemerintah Kota Manado, di antaranya Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, serta para tokoh lintas agama.
Dengan perayaan Nyepi dan Idul Fitri yang berlangsung beriringan, Kota Manado kembali menunjukkan komitmennya sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi. (*/achel)





























