Pilbup Minut Paling Rawan se-Sulut

MINUT Identitasnews.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di 270 Kabupaten/Kota se-Indonesia. Kabupaten Minahasa Utara (Minut) secara mengejutkan berada di urutan ke empat di skala Pulau Sulawesi sedangkan Sulawesi Utara (Sulut) di urutan pertama.

Fakta ini di paparkan Lembaga Pemilukada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI yang secara resmi meluncurkan Indek Kerawanan Pemilu (IKP) Selasa 25 Februari 2020 di Jakarta. Di buka langsung Wakil Presiden RI Ma’aruf Amin.

Skor kerawanan tertinggi untuk Pemilihan Bupati (Pilbup) Minut adalah 70,62%, sementara Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (80,89); Kota Makassar, Sulawesi Selatan (78,01); Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (74,94); Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (72,48); Kabupaten Sula, Maluku Utara (71,45); Kota Sungai Penuh, Jambi (70,63); Kabupaten Pasangkayu, Sulbar (70,20); Kota Tomohon, Sulawesi Utara (66,89); Kota Ternate, Maluku Utara.

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubak Bawaslu Minut Rahman Ismail menjelaskan pengelompokan pemetaan IKP oleh Bawaslu RI dalam tiga level yakni rendah, sedang, dan tinggi. Kata Ismail Kabupaten Minut berasa di level rawan tinggi dengan skor 70.62 persen.

“Secara nasional IKP Minut berada pada posisi sembilan besar dari 270 daerah yang menggelar Pilkada. Untuk skala Pulau Sulawesi, IKP Minut di urutan empat, sementara di Sulut, Minut urutan pertama tingkat kerawanan Pilkada,” ujar Ismail.

Kondisi pemetaan IKP mencakup empat dimensi yang melibatkan lembaga penyelenggara, kepolisian, media massa, dan masyarakat. Kata Ismail, sejumlah indikator telah melatarbelakangi hasil IKP diantaranya ketidaknetralan ASN, pemberian uang/barang/jasa kepemilih pada masa kampanye, perubahan hasil rekapitulasi suara di tingkat desa/kecataman/kabupaten-kota/provinsi, pemberian uang/barang/jasa ke pemilih pada masa tenang dan putusan KASN terkaitan ketidaknetralan ASN.

“Peluncuran IKP ini, diharapkan menjadi upaya deteksi dini Bawaslu dalam mengawal pelaksanaan Pilkada,” tandas Rahman Ismail. (Mesakh)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *