Pimpin Rakor Kecamatan, Umboh Tekankan Faktor Keamanan Mendukung Program Pariwisata

KAWANGKOAN, identitasnews.id – Camat Kawangkoan Stenly D Umboh SSTP MAP, memimpin rapat koordinasi (Rakor) Kecamatan Kawangkoan, hari ini Rabu (14/1/2026), bertempat di gedung olah raga Desa Tondegesan Dua.

Rakor dihadiri oleh Danramil Kawangkoan Tompaso, Kapolsek Kawwangkoan, Ketua TP PKK Kawangkoan, para Lurah dan Hukum Tua serta pengurus Bumdesma EsaWaya Kawangkoan.

Salah hal yang menjadi perhatian yang terangkat dalam rakor tersebut adalah persoalan keamanan.

Camat Umboh menegaskan, masalah keamanan menjadi masalah utama yang harus di jaga dan ciptakan semua pihak. Sebab jika aman, maka roda pemerintahan dan pembangunan dengan sendirinya dapat berjalan dengan lancar. Dan hal ini juga untuk mendukung dan menunjang program pemerintah yakni program pariwisata yang menjadi program utama pemkab Minahasa.
” Saya ingatkan dan tegaskan bahwa faktor keamanan harus menjadi prioritas utama dalam rangkah penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang bermuara pada upaya untuk menunjang program pengembangan pariwisata di daerah ini ,” tukas Mantan Camat Tompaso ini.

Lanjutnya, tahun 2026 gangguan keamanan di wilayah Kecamatan Kawangkoan sering terjadi hampir di 10 desa dan kelurahan. Hal ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi kita semua, bukan hannya Polsek Kawangkoan atau Koramil Kawangkoan, namun seluruh pemerintah yang ada di desa dan kelurahan di wilayah Kawangkoan. Hal ini juga berkait dengan kegiatan yang masih terus dilaksanakan pasca Desember 2025 yakni Kawangkoan Chrismast Festival (KCF) didalamnya Kawangkoan Baombong.

Kawangkoan harus terus berada dalam situasi yang aman dan damai. Kawangkoan merupakan wilayah transit yang sering di datangi dan menjadi wilayah persinggahan banyak orang yang datang dari berbagai penjuruh.
” Kita harus bersinergi, ini merupakan modal dan kekuatan utama kita untuk menciptakan keamanan dan kedamaian di wilayah ini. Termasuk peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh politik dan lainnya. Kawangkoan harus menjadi wilayah yang aman bagi siapa saja yang datang dan berkunjung ke wilayah ini,” pungkasnya. (rom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *