SANGIHE.Identitasnews.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Sangihe Melanchton Harry Wolff, ST., ME menghadiri Tulude sekaligus dengan syukuran peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-601 Daerah Kepulauan Sangihe yang digelar oleh Pemerintah dan masyarakat Kelurahan Pananekeng Kecamatan Tahuna Barat, Sabtu (14/02/2026).
Dalam sambutannya, Sekda Melanchton Harry Wolff mengajak seluruh yang hadir untuk menaikkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas kasih karunia-Nya sehingga boleh hadir bersama dalam suasana penuh kebersamaan pada pelaksanaan syukur Tulude Kelurahan Pananekeng.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe, saya menyampaikan apresiasi dan dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh Panitia dan masyarakat Kelurahan Pananekeng yang telah bekerja dengan penuh semangat sehingga kegiatan ini bisa terselenggara dengan baik”, kata Sekda.
Ia juga mengatakan bahwa perayaan syukur Tulude merupakan salah satu warisan leluhur masyarakat Sangihe yang memiliki nilai spiritual, sosial dan kultural. Tradisi ini bukan hanya sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan kehidupan tetapi juga menjadi momentum refleksi untuk masa depan dengan semangat baru, mempererat persaudaraan serta memperkokoh nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Tema “Merajut Kebersamaan dan Melestarikan Warisan Leluhur” memiliki makna yang sangat relevan dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini. Kebersamaan berbagai kekuatan utama masyarakat kepulauan didalamnya terkandung nilai gotong royong, solidaritas sosial menjadi pondasi dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat maupun dalam mendukung pembangunan daerah, jelas Sekda.
Lebih lanjut Sekda Melanchton Harry Wolff mengatakan bahwa sebagai daerah kepulauan, kita tentu menghadapi berbagai keterbatasan baik dari sisi geografis, aksesibilitas maupun sumber daya pembangunan. Namun demikian di balik berbagai keterbatasan tersebut, kita memiliki satu kekuatan besar yang tidak dapat dinilai dengan ukuran materi apapun yaitu kondisi daerah yang aman, damai dan kondusif.
Kondisi daerah yang terjaga dengan baik, situasi aman dan kondusif merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa yang patut di syukuri bersama. Oleh karena itu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus menjaga persatuan, mempererat toleransi serta memelihara kerukunan hidup masyarakat agar kondisi yang baik ini tetap terpelihara dari generasi ke generasi, tegasnya
Pemerintah Daerah memandang bahwa pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab tokoh adat semata tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat termasuk generasi muda. Tradisi Tulude harus terus diwariskan sebagai identitas budaya daerah yang menjadi kebanggaan sekaligus kekuatan sosial masyarakat Sangihe di tengah perkembangan zaman.
Pemerintah Daerah juga berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah berbasis kearifan lokal. Pembangunan yang kita laksanakan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi semata tetapi juga mencakup pembangunan karakter masyarakat yang berlandaskan pada nilai budaya, iman kepada Tuhan serta semangat persaudaraan.
Melalui momentum syukur Tulude ini kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempererat kebersamaan, menjaga persatuan serta bersama-sama membangun daerah yang kita cintai agar semakin maju, sejahtera dan berbudaya, kuncinya.
Acara Tulude tersebut turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe Stans Jul Pulu, S.Pd, sejumlah Pejabat Tinggi Pratama di lingkup Pemkab Kepulauan Sangihe, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, Lurah Pananekeng Julita Ros Makawaehe, S.Pd., S.IP bersama jajaran, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh masyarakat, Panitia Pelaksana serta seluruh masyarakat dan undangan.(jl)




























