Berty Mendur, Tokoh PBSI Minahasa Yang Dilupakan, Tetap Mengabdi Dengan Tulus Untuk Prestasi

KAWANGKOAN, identitasnews.id – Salah satu tokoh olah raga bulu tangkis di Minahasa yang membangkitkan dan menggairahkan cabang olah raga ini di daerah ini adalah Drs Berty Mendur M.Si.

Ironisnya, pensiunan Depdagri RI, seakan dilupakan jasa dan pengabdiannya oleh Pengurus Daerah Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Minahasa.

Kepada wartawan media ini, Berty berkisah, bahwa saat dirinya diajak masuk dalam arak-arakkan PBSI, dengan tujuan membangun olah raga nomor wahid di negeri ini, terbisit dalam pikiran sang maestro ini (bukan sekedar julukan, namun mengingat jasanya), Mendur langsung tancap gas.

Mendur didorong dengan kecintaan pada olah raga raga ini kemudian membangun gedung olah raga yang sangat besar dengan dana pribadi, dan hanya khusus untuk olah raga populer ini. Bukan hanya itu Mendur kemudian membangun Perkumpulan Bulutangkis (PB) Nawacita Keter Kawangkoan yang hingga kini masih aktif mengembleng dan melahirkan atlit-atlit bertalenta.

“Saya hanya berangkat dari kecintaan saya pada olah raga ini. Saya tidak berharap di hargai atau dihormati oleh generasi penerus olah raga khususnya pengurus. Sama sekali tidak. Biarlah apa yang selama ini saya lakukan untuk olah raga ini menjadi motivasi bagi pengurus dan atlit untuk bekerja profesional, melahirkan prestasi demi daerah ini,” tututnya.

Lanjutnya, ajakkan untuk membesarkan olah raga ini didaerah ini, menjadi cambuk bagi saya untuk menata olah raga mulai dari pembentukan kepengurusan, dengan melakukan pendekatan dan komunikasi dengan orang-orang yang bisa membangun dan memimpin olah raga ini. Kemudian membangun komunikasi dengan pengurus PBSI Sulut agar Minahasa, mendapat perhatian ekstra dalam rangkah membangun olah raga ini.

Dan tibalah saatnya, pengurus PBSI Minahasa dibentuk. Olah raga ini pun mulai bergeliat membangun prestasi dengan mulai melakukan seleksi atlit potensial dalam berbagai umur, kemudian melakukan pendekatan kepada pihak yang peduli pada kemajuan olah raga ini dengan membentuk PB, dan puji Tuhan PB-PB di Minahasa mulai lahir dsn menjamur.

“Tugas saya hanya bisa memberi motivasi dan dukungan. Serta mendoakan, agar lahir pemimpin yang benar peduli para prestasi, dengan melahirkan atlit berprestasi, dan itu sudah sangat cukup buat saya dan impian saya,” tegasnya.

Dikatakan Mendur, meski dirinya seolah dilupakan dari percaturan bulutangkis di Minahasa, namun hal itu tak menyurutkan semangat baginya untuk tetap membangun olah raga ini. Setelah memiliki PB sendiri banyak atlit muda di bina bermodalkan dana pribadi.

“Saya takkan mungkin berhenti melahirkan atlit berprestasi. Kecuali jiwa dan raga Ku telah berpulang oleh karena dipanggilTuhan. Saya akan terus melakukan semuanya demi nama baik dan masa depan bulutangkis dan lahirnya atlit berprestasi,” pungkas Mendur, yang selalu percaya dengan motto dimana ada jalan, disitu pasti ada jalan. Prestasi adalah tujuanKu, Disiplin adalah nafaskU. (rom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *