Sepekan Datangnya Bulan Suci Ramadhan, PCNU Minta Pemerintah Stabilkan Harga Sembako

TONDANO, identitasnews.id – Kurang lebih sepekan Bulan Suci Ramadhan tiba. Bulan Suci Ramadhan atau Bulan Puasa merupakan salah rukun wajib umat Islam, dan akan dijalankan kurang lebih sebulan penuh.

Disisi lain, agar puasa atau bulan suci ramadhan bisa berjalan lancar, umat Islam sangat berharap agar pemerintah tetap menjaga harga sembako tetap stabil atau tak ada kenaikan.

Sebab bukan barang baru lagi, harga sembako saat bulan penuh berkah ini berjalan, kenaikan harga sembako sulit dihindari.

Menanggapi situasi ini, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Minahasa Haji Syfaruddin Madeppungeng, mengatakan adalah kewajiban pemerintah untuk menjamin agar sembako tetap stabil harganya.

“PCNU Minahasa meminta dengan sangat kepada pemerintah agar terus memantau harga sembako di pasaran. Kenaikan memang sulit dihindari saat memasuki hari raya keagamaan. Namun hal itu bisa di tekan dan diantisipasi dengan berbagai cara pemerintah,” ujar Madeppunggeng, Selasa (10/2/2026).

Lanjutnya kekhusyukkan ibadah, juga bergantung dengan situasi atau suasana yang terjadi disekitar umat termasuk kenaikan harga sembako.

Karena itu, lanjutnya, pemerintah seyogya segera mengantisipasi situasi yang tidak menyenangkan ini, akibat kenaikan harga sembako. Selain tetap memantau, hal bijak yang bisa dilakukan adalah dengan menggelar pasar murah atau operasi pasar diberbagai tempat. Pasar murah atau operasi pasar diharapkan bisa dilakukan pemerintah, seperti yang biasa dilakukan menjelang hari-hari raya keagamaan.

Sebenarnya, bukan hanya soal stabilisasi harga sembako atau pasar murah. Pemerintah diharapkan menjamin ketersedian bahan sembako dipasaran. Sebab apa artinya harga murah atau harga mahal, sementara bahan sembakonya langka atau tak tersedia dipasaran.
” Yang juga patut diperhatikan pemerintah adalah ketersedian sembako. Harga boleh murah atau mahal, dan itu harus diimbangi dengan ketersediaan stok di pasaran,” paparnya.

PCNU Minahasa, tambah Madeppunggeng, berkewajiban mengingatkan pemerintah agar siap tanggap menghadapi momen penting termasuk hari raya keagamaan, dengan menjamin harga serta ketersedian stok bahan pangan di masyarakat.

Berdasarkan pantauan wartawan media ini, di pasar tradisional Kawangkoan dan Langowan, harga sembako per hari ini Selasa tanggal 10 Februari 2026, untuk Bawang Merah di jual Rp 35.000/Kg, Bawang Putih dipatok Rp 40.000/Kg, kemudian Rica Rp 50.000, padahal pasar sebelumnya Rp 45.000/Kg (mulai naik), Batang Bawang/Daun Bawang masih normal Rp 5.000/Ikat, dan Buah Tomat yang terus mengalami kenaikan ada yang Rp 15.000/Kg dan Rp 20.000/Kg. Sejumlah pedagang saat di wawancara mengaku harga bahan sembako sudah pasti akan mengalami kenaikan saat ada perayaan hari raya keagamaan. (rom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *