SANGIHE.Identitasnews.id – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke – 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, persoalan konektivitas telekomunikasi di wilayah perbatasan kembali menjadi perhatian serius. Dalam forum Sosialisasi dan Koordinasi Perbaikan Palapa Ring Tengah Segmen Morotai–Melonguane di Swiss-Belhotel Manado, Selasa (28/07/2026), Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, SE., MM menyuarakan kekhawatiran terhadap kondisi layanan komunikasi yang masih rentan di kawasan Sangihe, Talaud dan Sitaro.
Menurutnya, kebijakan pemeliharaan kabel laut pada jalur Morotai – Melonguane (Talaud) perlu dikaji secara menyeluruh mengingat wilayah tersebut berada di kawasan cincin api Pasifik yang memiliki aktivitas kegempaan tinggi. Ia mempertanyakan mengapa jalur Manado – Ondong Siau (MOS), yang dinilai memiliki tingkat risiko lebih rendah, belum menjadi prioritas penguatan jaringan.
Bupati Sangihe juga mengungkapkan bahwa persoalan jaringan MOS telah menjadi perhatian Pemerintah Daerah sejak hampir satu dekade terakhir. Karena itu, ia mendorong adanya langkah bersama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, operator telekomunikasi, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan solusi permanen yang mampu menjamin keberlangsungan layanan komunikasi di wilayah kepulauan.
Selama proses pemeliharaan jaringan, kapasitas layanan diperkirakan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada layanan komunikasi masyarakat, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi yang kini sangat bergantung pada akses internet.
Selain itu, Bupati Michael Thungari juga meminta agar komunikasi dasar seperti layanan telepon, SMS dan pesan instan tetap dapat berjalan secara stabil selama masa pemeliharaan berlangsung. Ia juga mengusulkan penyediaan tambahan perangkat internet satelit di titik-titik pelayanan publik sebagai langkah mitigasi untuk menjaga kesinambungan layanan kepada masyarakat.
Persoalan ini semakin kompleks karena bersamaan dengan kondisi pasokan listrik yang belum sepenuhnya stabil di beberapa wilayah perbatasan. Kombinasi keterbatasan listrik dan gangguan jaringan dinilai berpotensi menghambat pelayanan publik apabila tidak segera diantisipasi.
Menjelang Hari Kemerdekaan RI, Bupati menegaskan bahwa akses komunikasi merupakan bagian penting dari pemerataan pembangunan dan pelayanan negara. Masyarakat di wilayah terluar diharapkan dapat menikmati hak yang sama atas layanan telekomunikasi yang andal, sehingga semangat kemerdekaan benar-benar dirasakan hingga ke pulau-pulau perbatasan Indonesia.(jl)












