KASAT LANTAS MINAHASA TERKESAN ALERGI WARTAWAN

TONDANO, identitasnews.id – Komunitas Pers Minahasa pertanyakan kinerja kasat lantas Polres Minahasa AKP Sumiaty Pontoan yang alergi dengan wartawan yang bertugas di Polres Minahasa.

Sejumlah wartawan yang biasa melakukan peliputan di polres minahasa merasa kasat lantas Polres Minahasa AKP Sumiaty Pontoan alergi dengan kalangan jurnalis yang selama ini menjadi mitra kerja Polres Minahasa.

Meyke Kembuan salah satu wartawan mengungkapkan sebelumnya dirinya bersama 3 rekan jurnalis saat bepaspasan mengatakan ini bertemu dengan kasat lantas namun kasat lantas beralasan dengan ingin ke toilet,tapi setelah menunggu beberapa waktu ternyata kasat lantas telah menghilang tanpa menemui wartawan.

Hal ini di benarkan Alfonda Suoth yang juga menyampaikan kekecewaannya Pada hari jumat, 6 Februari lalu 4 wartawan yang bermaksud untuk bertemu dan melakukan konfirmasi dengan Kasat Lantas Polres Minahasa, AKP Sumiati. Saat berada di lokasi, yang bersangkutan sempat menyampaikan bahwa akan menuju ke toilet.
Namun, dalam waktu bersamaan, sekembali dari toilet wartawan melihat AKP Sumiyati sempat berbincang dengan salah satu anggota. Wartawan kemudian menunggu di jalur yang sebelumnya dilalui, dengan harapan dapat bertemu kembali untuk melakukan konfirmasi.

Hingga beberapa waktu kemudian, AKP Sumiyati tidak kembali melintas di jalur tersebut. Karena keterbatasan waktu dan tidak adanya pertemuan lanjutan, wartawan akhirnya meninggalkan lokasi tanpa sempat bertemu langsung dengan Kasat Lantas Polres Minahasa. Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk penjelasan kronologis kejadian di lapangan, tanpa mengurangi rasa hormat terhadap pihak terkait,” ujar Alfonda, Selasa (10/2/2025).

Hal yang sama juga di akui jurnalis Haris Tumbol yang juga kesulitan untuk bertemu dengan kasat lantas namun sangat sulit untuk di temui dengan berbagai alasan.

Sementara itu sejumlah wartawan Minahasa juga mengeluhkan komunikasi melalui whats up dengan kasat lantas hanya sampai di baca beliau tapi tidak ada balasan.

Kelly Korengkeng ketua komunitas PERS Minahasa mengatakan tindakan kasat lantas yang engan bertemu dengan wartawan sangatlah tidak elegan bahkan mencedrai citra polri di mata jurnalis di mana Polri dan insan pers merupakan mitra strategis dalam menjaga stabilitas Kamtibmas, demokrasi, dan edukasi publik. Sinergi ini mengutamakan keterbukaan informasi, profesionalisme, serta kepatuhan pada kode etik untuk menangkal hoaks dan mendukung transformasi Polri yang Presisi. Hal ini di katakan Kapolri Kick off Hari Pers Nasional 2026 diadakan 30 November 2025 di Alun-alun Kota Serang, Banten.

Korengkeng berharap sikap alergi terhadap wartawan oleh Kasat Lantas Minahaaa bisa menjadi perhatian baik Kapolres Minahasa AKBP Steven Simbar serta
Kapolda Sulut Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie. (rom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *