LPPM-FMIPA Unsrat Gelar Program Kemitraan Masyarakat

Manado, identitasnews.id – Kegiatan yang menumbuhkan rasa cinta lingkungan juga memberikan pengetahuan tentang Konservasi, dan meningkatkan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan sejak dini, LPPM-FMIPA Unsrat yang diketuai Dr. Hanry J. Lengkong, SPt, MSi, MKes, dan anggota Dr. Regina R. Butarbutar, MSi. Melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat, Bitung Selasa, 27 Oktober 2020.

Maksud dan tujuan dengan kegiatan ini sangatlah baik mengingat Sulawesi Utara memiliki wilayah konservasi yang penting, yaitu Cagar Alam Gunung Duasudara, Cagar Alam Ambang, Cagar Alam Gunung Lokon, Taman Nasional Nani Wartabone, Taman Nasional Bunaken dan Suaka Margasatwa Manembo-nembo mewakili aneka ekosistem. Hal ini memberi arti bahwa Sulawesi Utara memiliki potensi yang sangat besar dan keanekaragaman hayati dibandingkan dengan daerah-daerah lain yang ada di Indonesia. Oleh pemerintah, kawasan-kawasan ini diperuntukan khusus bagi perlindungan habitat dan hidupan liar.

Terdapat beberapa satwa yang endemik di Sulawesi Utara, seperti: tangkasi (Tarsius spectrum), yaki (Macaca nigra), babirusa (Babyrousa babyrusa celebensis), anoa (Bubalus depresicornis), kupu-kupu Troides dan kelelawar. Selanjutnya, hutan Sulawesi Utara merupakan komunitas vegetasi yang paling kaya dan beragam secara biologis yaitu mengandung jumlah jenis pohon yang banyak. Akan tetapi, kerusakan hutan yang terjadi di Sulawesi Utara terutama disebabkan kebakaran hutan, pembukaan lahan pertanian dan perburuan.

Sekarang ini diperlukan adanya perubahan sikap manusia secara mendasar dalam memperlakukan alam. Begitu baiknya alam ini sehingga mampu menciptakan spesies-spesies yang diperlukan untuk kelangsungan hidupnya. Di dalam alam juga tercipta simbiosis-simbiosis. Hewan yang paling kecil hingga yang terbesar dan manusia, terjalin dalam jaring-jaring rantai makanan. Masing-masing punya perannya sendiri dalam melestarikan alam ini. Semuanya membentuk suatu komunitas yang saling bergantung. Inilah yang perlu disadari manusia. Hewan dan segala sesuatu bagian dari ekosistem merupakan bagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia. Merusak dan membunuh tanpa perhitungan berarti menghancurkan manusia sendiri.

Penanaman kesadaran tentang lingkungan itu harus dimulai sejak dini, secara psikologis anak usia dini masih sangat sensitif untuk dapat dibentuk karakternya. Sehingga sangatlah tepat pembentukan karakter dan sikap dimulai sejak dini. Salah satunya melalui berbagai pilihan metode pendidikan lingkungan yang dapat menarik perhatian usia dini. Kesadaran akan pentingnya lingkungan dalam kehidupan bisa mulai ditanamkan pada anak sejak dini, sehingga setelah mereka dewasa kesadaran tersebut bisa tetap dipelihara. Pemanfaatan lingkungan menumbuhkan aktivitas belajar anak yang lebih meningkat. Jika pada saat belajar di kelas anak diperkenalkan oleh guru mengenai hewan endemik, dengan memanfaatkan lingkungan anak akan dapat memperoleh pengalaman yang lebih banyak. Pengenalan jenis-jenis satwa endemik, tidak hanya terbatas jenis-jenis yang ada di Sulawesi Utara, tetapi seluruh spesies satwa berdasarkan PP No.7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa.

Pendidikan konservasi adalah pendidikan yang mengharapkan adanya perubahan tingkah laku, sikap dan cara berpikir, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya alam dan ekosistemnya.  Untuk penyebaran informasi tentang pelestarian alam, jalur pendidikan merupakan salah satu cara penyampaian yang dilakukan. Untuk itu sangat perlu di cari sebuah cara agar informasi yang disampaikan kepada siswa sekolah dapat diterima, mudah diingat dan berguna bagi mereka. Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai upaya penyadaran di kalangan masyarakat luas. Dengan alasan di atas, maka perlu dilaksanakan penyuluhan/pelatihan tentang pandangan psikologi konservasi melalui pendidikan lingkungan hidup pada usia dini bagi siswa SD GMIM Pinangunian dan SD Inpres Pinangunian untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam berbagai upaya nyata untuk berperan aktif dalam mengelola lingkungan hidup.

Siswa SD GMIM Pinangunian dan SD Inpres Pinangunian kelas 3 sampai kelas 5 merupakan merupakan anggota masyarakat yang mempunyai peran penting sebagai agen penyebar pesan-pesan konservasi. Keberadaan siswa SD ini adalah sebagai pencinta lingkungan hidup, menjadi modal untuk pengelolaan kawasan konservasi yang melibatkan peran aktif masyarakat dalam pengendalian perusakan hutan termasuk pengendalian kebakaran hutan, operasi pemburu, ceramah lingkungan, dan sebagainya.

Metode pelaksanaan yaitu melalui Metode Pendidikan Lingkungan Pada Usia Dini dan Penerapan Teknologi Alat Peraga. Kegiatan yang telah dilaksanakan:

  1. Pemberian penjelasan atau paparan dan pemberian materi tentang lingkungan hidup, jenis-jenis satwa dan tumbuhan dilindungi, dan kegiatan konservasi.
  2. Diskusi interaktif dengan siswa.
  3. Menuangkan kondisi lingkungan secara visualisasi dalam bentuk Tebak gambar jenis-jenis hewan dan tumbuhan khususnya yang dilindungi dan endemic.
  4. Permainan pengelompokkan hewan dan tumbuhan.
  5. Permainan acak huruf hewan dan tumbuhan.
  6. Reward (pemberian penghargaan atau hadiah).

APA YANG DIMAKSUD DENGAN KONSERVASI ?

Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan, dan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam.

Sumber daya alam hayati: hewan dan tumbuhan

MENGAPA KONSERVASI PERLU DILAKUKAN ?

Konservasi sangat diperlukan dalam menjaga kelestarian hewan dan tumbuh-tumbuhan di Indonesia, terutama untuk hewan dan tumbuh-tumbuhan langka dan terancam kepunahan akibat aktivitas manusia.

Contoh: perburuan hewan, penebangan pohon secara liar, pembukaan lahan baru untuk perkebunan.

JENIS-JENIS HEWAN YANG DILINDUNGI 

APA MANFAAT KONSERVASI ?

Konservasi bermanfaat untuk menyelamatkan keberlangsungan bumi dan keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya.

APA DAMPAK BURUK JIKA TIDAK MELAKUKAN KONSERVASI ?

  1. Perubahan iklim akibat pemanasan global. Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu bumi yang semakin panas disebabkan oleh berbagai zat karbon (asap motor, mobil, pabrik, sampah, dan pembakaran hutan), dan mencairnya es di kutub.
  1. Terjadi kepunahan terhadap hewan dan tumbuhan.
  2. Dapat menyebabkan bencana kekeringan, banjir, longsor. (*/achel/red)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *