Mobil Ambulans Milik Puskesmas Buko Alami Mogok Usai Antar Pasien Rujukan

BOLMUT, Identitasnews.Id – Mobil ambulans milik Puskesmas Buko dilaporkan mengalami mogok saat dalam perjalanan kembali setelah mengantar pasien rujukan di salah satu rumah sakit di Gorontalo.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, mobil ambulans tersebut alami mogok pada malam hari sekitar pukul 00:10 WITA bertempat di Desa Leboto, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut).

“Dari tadi malam itu oto ada mati (Mogok). Menurut pengakuan sopir ambulans,” ungkap Amalia Djaba, warga desa leboto saat dihubungi via Mesenger.


Melihat kejadian tersebut kata Amalia, warga sekitar langsung membantu mendorong mobil ambulans tersebut ke-bengkel desa tetangga.

“Karena disini tidak ada bengkel, Jadi depe pagi saya pe suami dan warga so tarek antar ke bengkel di desa tetangga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Buko, Suhendra Radjaku saat dikonfirmasi awak media ini membenarkan hal tersebut. “Iya benar, ambulance mogok tadi pagi Selasa dini hari,” ucap Suhendra ketika dihubungi awak media ini via Whatsapp, Selasa (21/04/06).

Suhendra menjelaskan bahwa, ambulans tersebut sebelumnya digunakan untuk mengantar pasien ke rumah sakit rujukan di wilayah Provinsi Gorontalo. Setelah proses rujukan selesai, kendaraan itu kemudian kembali ke Bolmut. Namun di tengah perjalanan, ambulans tiba-tiba mengalami hingga tidak dapat melanjutkan perjalanan.

“Supir dan perawat ditengah perjalanan pulang meluangkan waktu untuk istrahat. Nah saat hendak melanjutkan perjalan, ambulans tidak bisa hidup karena ada gangguan pada salah satu pompa. Peristiwa itu terjadi pada malam hari. Itu keterangan supir kepada saya,” ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa saat ini ambulans tersebut sudah berada di Puskesmas Buko untuk perawatan lanjutan.

“Mobil Ambulance sekarang berada di puskes langsung di suru cek up ke-bengkel supaya hal-hal yang seperti ini bisa terhindar,” pungkasnya.

Mogoknya ambulans ini menjadi perhatian serius publik. evaluasi menyeluruh terhadap sistem rujukan dan kesiapan fasilitas darurat dianggap penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
(Fadlan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *