Pemkot Manado Melaksanakan RKPD Tahun 2027, Ini Arahan Wali Kota Manado

Manado, identitasnews.id – Dalam rangka penyempurnaan perencanaan pembangunan daerah untuk mewujudkan pembangunan daerah. Rabu 25 Februari 2026, Permerintah Kota (Pemkot) Manado melaksanakan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2027, diruang gedung serba guna Kantor Wali Kota Manado.

Sebagaimana pada peraturan Mendagri Nomor 86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan

Perlu diketahui, Dalam rangka peningkatan dan pemerataan pendapatan ekonomi, kesempatan kerja, lapangan berusaha, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah Rencana pembangunan daerah dirumuskan secara transparan, responsive, efisien, akuntabel, partisipatif, terukur, berkeadilan, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Penyusunan rencana pembangunan daerah wajib dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dengan memperhatikan kewenangan.

Forum dibuka langsung Wali Kota Manado, Andrei Angouw, dan dihadiri Asisten II Atto Bulo, Kepala Bapperida Marcos Kairupan, anggota DPRD Kota Manado Reza Rumambi, para kepala SKPD, serta jajaran Pemerintah Kota Manado.

Dalam forum ini, Wali Kota menegaskan bahwa perencanaan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, program tahun 2027 harus dirancang sejak dini agar matang, terukur, dan selaras dengan visi dan misi pembangunan daerah maupun nasional.

“Perencanaan adalah hal yang sangat fungsional. Sebelum kita membuat program, kita harus pikir baik-baik agar tepat sasaran dan sesuai dengan visi dan misi. Kita juga harus mendukung visi misi Presiden, Gubernur, dan Walikota,” ujar Angouw.

Ia menjelaskan, berbagai aspirasi masyarakat telah dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Seluruh usulan tersebut akan disinkronkan dalam forum ini agar sejalan dengan target pembangunan Kota Manado tahun 2027.

Dalam kerangka pembangunan kota, sektor pariwisata kembali ditegaskan sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Namun, Wali Kota mengingatkan bahwa penguatan sektor ini harus dibarengi dengan penyelesaian persoalan mendasar, terutama pengelolaan sampah.

“Untuk mendukung pariwisata, persoalan sampah harus kita tangani serius. Perlu edukasi kepada masyarakat, harus kreatif, ada sosialisasi dan program yang berkelanjutan. Kita harus mampu mengubah budaya,” tegasnya.

Menurutnya, kebersihan dan penataan lingkungan menjadi kunci menjadikan Manado sebagai kota tujuan wisata yang kompetitif dan berdaya saing.

Selain pariwisata, pengentasan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem menjadi prioritas dalam RKPD 2027. Pemerintah Kota menekankan pentingnya bantuan dan program yang tepat sasaran serta berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat.

Di sisi lain, penataan kota juga menjadi agenda strategis. Pembangunan infrastruktur dan tata ruang yang terencana diharapkan mampu menciptakan Manado sebagai kota yang maju, sejahtera, aman, dan nyaman dihuni. Kondisi tersebut diyakini akan mendorong masuknya investasi dan memperkuat daya tarik kota di tingkat regional maupun nasional.

Wali Kota juga menyinggung pentingnya dukungan program sosial-keagamaan sebagai bagian dari pembangunan manusia. Ia menegaskan bahwa nilai Ketuhanan Yang Maha Esa harus tercermin dalam kebijakan yang memberi ruang bagi masyarakat menjalankan ibadah dengan baik.

“Saya berharap melalui forum ini kita bisa berdiskusi dengan baik, merumuskan program yang tepat, sehingga APBD 2027 benar-benar bisa dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat Kota Manado,” pungkasnya.

Forum Perangkat Daerah ini menjadi tahapan penting dalam siklus perencanaan pembangunan Kota Manado, sekaligus memastikan arah kebijakan tahun 2027 berjalan terarah, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(*/achel)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *