Rencana Aksi di DPRD Sulut, KSBSI Pastikan Situasi Tetap Aman dan Kondusif

Manado, identitasnews.id – Rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar di Kantor DPRD Sulawesi Utara dalam waktu dekat dipastikan berlangsung damai. Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sulut menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang dijamin undang-undang, namun tetap mengedepankan ketertiban dan keamanan.

Penasehat Hukum KSBSI Sulut, Rommel Sondak, mengatakan bahwa pihaknya telah mengimbau seluruh peserta aksi untuk menjaga sikap selama berada di lokasi unjuk rasa, khususnya di area DPRD Sulut. Ia menekankan pentingnya menjaga citra gerakan buruh agar tetap bermartabat.

Menurut Rommel, aksi ini murni untuk menyampaikan aspirasi dan harapan kepada para wakil rakyat di DPRD Sulut. Ia berharap seluruh elemen yang terlibat dapat memahami bahwa tujuan utama aksi adalah dialog dan penyampaian tuntutan secara terbuka, bukan menciptakan kegaduhan.

“Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk tetap tertib, tidak terprovokasi, dan mengikuti arahan koordinator lapangan. Mari kita jaga agar pelaksanaan unjuk rasa ini berjalan aman dan kondusif,” tegas Rommel dalam keterangannya kepada media, Rabu (11/02/2026)

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama, termasuk para peserta aksi. Dengan sikap dewasa dan tertib, aspirasi yang disampaikan justru akan lebih didengar dan dihargai.

KSBSI Sulut sendiri telah melakukan koordinasi internal guna memastikan seluruh mekanisme aksi berjalan sesuai prosedur. Mulai dari pemberitahuan kepada pihak berwenang hingga penentuan titik kumpul dan tata tertib selama aksi berlangsung.

Rommel menambahkan, pihaknya percaya bahwa DPRD Sulut sebagai lembaga perwakilan rakyat akan membuka ruang komunikasi yang konstruktif. Ia berharap ada dialog yang bisa menghasilkan solusi terbaik bagi semua pihak.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen menjaga ketertiban, KSBSI Sulut optimistis aksi unjuk rasa ini akan menjadi contoh penyampaian aspirasi yang santun, demokratis, dan tetap menjaga stabilitas daerah. (achel)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *