Sejak Dibangun 16 Tahun Lalu, Kini Jalan Pimpi-Huntuk Koleksi 583 Lubang

BOLMUT, Identitasnews.id – Sejak dibangun pada Tahun 2010 silam tepatnya 16 Tahun lalu, kini jalan Desa Pimpi menuju Desa Huntuk koleksi 583 Lubang dan 2 plat duiker rusak.

Hasil investigasi pada Minggu (12/04/26) menemukan ruas jalan tersebut memiliki panjang 6.28 Kilo meter dengan lubang rata-rata lebar 0,3 sampai 1,8 meter dan kedalaman hingga 5 sampai 12 CM. Bahkan sekitar ratusan meter badan jalan sudah tidak beraspal.

Jalan ini merupakan jalur akses bagi masyarakat Desa Huntuk dan akses bagi petani yang ada di Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Profinsi Sulawesi Utara.

Menurut warga setempat Wiryokusmo Bembu (52) mengatakan bahwa jalan ini sudah lama tidak diperbaiki. Padahal kata dia banyak hasil pertanian seperti padi, jagung, cabe, kelapa, pucuk palem dan Kayu yang dikeluarkan melalui jalur ini.

“Jalan ini sering dilewati oleh penduduk lokal maupun masyarakat kecamatan Bintauna yang bertani dan memiliki kebun di area sini. Hasil yang didapat kebanyakan dikeluarkan melalui jalur ini,” katanya

Menurut Dia, kerusakan badan jalan ini dikarenakan umur jalan yang sudah tua, saluran air yang tidak terawat,  serta kondisi alam yang tidak menentu seperti tingginya curah hujan yang mengakibatkan banjir bandang terjadi di desa huntuk pada 4 Maret 2020 lalu.

“Desa kami pernah dilanda banjir bandang. Namun, pasca banjir itu jalan kami belum pernah diperbaiki,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kerusakan jalan huntuk juga diperparah dengan adanya aktivitas pertambangan emas tanpa ijin (PETI) yang ada di hulu sungai hutan huntuk akhir-akhir ini.

“Seringkali jalur ini dilewati oleh mobil besar bermuatan alat berat (Ekscapator). Mereka hendak pergi ke-tambang yang ada di kilo meter 20 bekas pemukiman komunitas adat terpencil (KAT) Huntuk,” jelasnya.

Wiryokusmo berharap pemerintah daerah dan pemerintah profinsi segera mengambil langkah kongkrit agar perbaikan dan pembangunan jalan Pimpi-Huntuk dapat segera dilaksanakan.
(Fadlan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *