Manado, identitasnews.id – Setelah berlangsung selama dua hari sejak Jumat 5 Juni kemarin, akhirnya lomba Bridge Serie A di Hari Persatuan (HAPSA) Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM 2026 di Jemaat Paulus Titiwungen Wenang Mahakeret (TWM) diraih Tim Bridge P/KB Wilayah Manado Malalayang.
Prestasi gemilang Wilayah Manado Malalayang tentunya setelah melalui pertarungan strategi yang sengit dan menguras otak, gelar bergengsi Gold Champion Bridge Seri A yang dipimpin ketua tim wakil Ketua Komisi PKB wilayah Manado Malayang yang sekaligus Ketua Komisi PKB GMIM Kalvari Malalayang, Pnt Rico Ferdinadus, ST, MT, akhirnya resmi dibawa pulang kembali ke wilayah Manado Malalayang setelah mengalahkan tim bridge Seri A PKB Sario Kota Baru (Sakobar).
​Keberhasilan ini memicu euforia luar biasa bagi para pendukung dan komunitas pencinta olahraga kartu strategis ini di Sulawesi Utara. Sejak babak awal, tim Bridge yang diketuai playing capten Freddy Lumemtah memang sudah menunjukkan dominasi yang kuat dengan akurasi dan konsentrasi tinggi di setiap sesi permainan.
“Ini adalah buah dari kerja keras, latihan rutin yang disiplin, serta mental petarung yang konsisten. Gelar kejuaraan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Sulut, khususnya Wilayah Manado Malalayang yang terus memberikan dukungan doa,” ujar Pnt Rico Ferdinandus, Sabtu (06/06/2026).
​Kejuaraan Bridge kali ini diikuti oleh puluhan tim tangguh dari berbagai wilayah dan jemaat se-GMIM.
Olahraga Bridge sendiri memang memiliki akar prestasi yang sangat kuat di Sulawesi Utara, yang dikenal sering melahirkan maestro-maestro jembatan pikiran tingkat nasional hingga internasional.
Dengan kembalinya trofi juara pertama (Gold Champion) ke Wilayah Manado Malalayang, hal ini mempertegas kembali dominasi dan status Wilayah Manado Malalayang sebagai salah satu “gudang” atlet Bridge terbaik di Kota Manado,” Freddy Lumenta yang juga pernah menjadi Atlit Bridge Indonesia.(dani)












