KAWANGKOAN, identitasnews.id – Pengusulan Mendur Bersaudara Alex dan Frans Mendur menjadi Pahlawan Nasional, terus dikebut.
Bahkan kini, suara pengusulan tersebut kembali menggema ketika sayup-sayup pengusulan tersebut mulai pudar alias tak terdengar lagi.
Drs Berty Mendur M.Si yang juga bagian dari keluarga Besar Mendur, yang dikenal sebagai tokoh pemerhati pembangunan Sulut, berharap pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) supaya proaktif mempercepat pengusulan Mendur Bersaudara ke pemerintah pusat sebagai Pahlawan Nasional bertepatan dengan Hari Pahlawan 2025 pada 10 November 2025.
“Saya kira sudah banyak upaya yang telah dilakukan oleh tim pengusul. Pemprov Sulut harus proaktif, kalau bisa keinginan warga Sulut bisa terwujud tepat di peringatan Hari Pahlawan 2025 nanti,” harap Mendur.
Alex dan Frans Mendur merupakan sosok yang pantas mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional mengingat jasa-jasa kedua putra Kawangkoan ini yang mengabadikan momen Soekarno Hatta memproklamasikan Kemerdekaan RI 17 Agustus 2025.
Dikatakan Mendur, Alex dan Frans Mendur, saat itu tampil gagah berani, mengabadikan momen bersejarah tersebut, walau saat ini tentara Jepang melarang wartawan untuk mengabadikan Soekarno Hatta yang memproklamasikan kemerdekaan RI.
Bahkan saat tentara Jepang mengetahui bahwa Frans Mendur telah berhasil mengabadikan momen tersebut, di kejar dan di intimidasi tentara Jepang, dan Alex Mendur berupaya menghalangi. Untung saja film kamera yang telah berhasil mengabadikan momen itu sempat di sembunyikan Frans Mendur.
” Alex dan Frans Mendur merupakan pelaku sejarah yang pantas di harga dan dihormati jasa mereka. Gelar Pahlawan Nasional sebenarnya bukan merupakan tujuan perjuangan Alex dan Frans Mendur. Tapi keinginan mereka untuk mengabadikan momen bersejarah itu menjadi bukti rasa nasionalisme pada negeri. Pemprov Sulut tentu berkewajiban mengawal aspirasi dan keinginan masyarakat Sulut, agar Alex dan Frans Mendur mendapat Gelar Pahlawan Nasional ,” pungkas Mendur.
Diketahui, Drs Berty Mendur M.Si, merupakan tokoh yang melakukan koordinasi dengan pemprov Sulut pada tahun 2012 agar cepat terbangunnya monumen dan museum/galeri foto-foto perjuangan senjata dan deplomasi yang diabadikan oleh Alex dan Frans serta crew Ipphos, dan telah diresmikan oleh Presiden SBY pada tanggal 11 Februari 2013, sambil berharap saat itu tanpa perintah hanya digerakkan oleh intuisi tampil gagah. (rom)





























