Bupati Thungari Berikan Jaminan Terhadap Permintaan Warga Kalama

SANGIHE.Identitasnews.id – Dalam kunjungan kerjanya ke Pulau Kalama Kecamatan Tatoareng, Bupati Michael Thungari, SE., MM menyempatkan diri bertatap muka dengan masyarakat untuk mendengarkan secara langsung aspirasi, harapan dan kerinduan masyarakat terkait pengelolaan Sarang Burung Walet, Kamis (30/04/2026).

Pada kesempatan tersebut, masyarakat menyampaikan bahwa pembagian hasil panen sarang burung walet 60 : 40, dimana 60 persen bagi Pemerintah dan Desa dirasa kurang mencukupi untuk memenuhi berbagai kebutuhan warga, sehingga bermohon agar Perda nomor 7 tahun 2009 terkait pembagian hasil sarang burung walet dapat ditinjau kembali.

Selain itu, masyarakat juga menyampaikan keberadaan listrik yang hanya menyuplai selama 6 jam saja. Di sementara kebutuhan masyarakat akan listrik sangatlah tinggi, salah satunya untuk menyimpan hasil perikanan tangkapan dari laut.

Menanggapi beberapa penyampaian warga, Bupati Michael Thungari pun memberikan penjelasan berdasarkan situasi dan kondisi yang kini ada dan sedang diupayakan.

“Untuk keberadaan listrik bagi masyarakat kepulauan memang menjadi prioritas dari Pak Presiden. Beliau berharap selama 5 tahun masa kepemimpinannya, masyarakat kepulauan bisa menikmati listrik selama 1×24 jam. Hal ini sedang berlangsung karena sudah ada tim survey yang hadir langsung di Pulau Kalama dan meninjau lokasi lahan yang rencananya akan dijadikan tempat pembangkit listrik tenaga hibrid, dimana pada siang hari akan disuplai melalui solar panel dan untuk malam hari dengan mesin”, jelas Thungari.

Sementara terkait peninjauan kembali Perda nomor 7 tahun 2009 tentang Pengelolaan Goa Sarang Burung Walet dan Budidaya Sarang Burung Walet, Bupati Michael Thungari menjelaskan bahwa peninjauan kembali Perda nomor 7 tahun 2009 ini akan diupayakan, apa bisa dibedah kembali atau tidak. Sebab mengubah sebuah Perda itu tidaklah mudah dikarenakan butuh kesepakatan bersama antara lembaga legislatif, eksekutif dan masyarakat. Itupun tidak bisa selesai dalam kurun waktu setahun, jadi kita akan melakukan pembedahan terlebih dahulu.

Meski begitu, Bupati pun memberikan solusi bahkan jaminan bilamana dari hasil pembagian 40 persen sarang burung walet yang masuk ke Pemda, bilamana akan membuatkan lokasi penjagaan bagi para pekerja di sekitar area sarang burung walet.

“Mungkin yang bisa kita sepakati saat ini adalah pembuatan pos jaga di sekitar lokasi sarang burung walet akan kami upayakan pembangunannya dari hasil pembagian 40 persen yang masuk ke Pemda itu,” ujarnya.

Jaminan dari Bupati pun disambut dengan antusias oleh warga masyarakat yang merasa terbantu dan dihargai dengan baik oleh Bupati melalui kehadiran dan tatap muka secara langsung.(jl)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *