Dihadiri Gubernur YSK, Kanwil Ditjen Pas Berikan Remisi kepada 1.874 Napi Sulut, 37 Bebas

MANADO, identitasnews.id – Dalam momentum memperingati hari ulang tahun ke 81 kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Wilayah Pemasyarakatan Sulawesi Utara (Sulut) memberikan remisi umum narapidana dan pengurangan masa Pidana Anak binaan tahun 2026, bertempat di Lapas Kelas II Manado, yang turut diserahkan Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK), Senin (17/8/2026).

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Provinsi Sulut Haposan Silalahi, mengatakan kemerdekaan adalah amanat yang harus terus dihidupkan dalam setiap aspek kehidupan bangsa termasuk di dalam penyelenggaraan sistem Pemasyarakatan, sebab pada hakekatnya Pemasyarakatan juga berbicara tentang kemerdekaan bukan sekedar kemerdekaan dari hukum melainkan kemerdekaan dari perilaku yang menyimpang, kemerdekaan dari kesalahan masa lalu dan kemerdekaan yang menjadi manusia yang lebih baik dan yang berbahagia.

Lanjutnya, masyarakat Sulawesi Utara mewarisi nilai luhur yang telah menjadi identitas daerah ini yakni falsafah yang diwariskan oleh pahlawan nasional Doktor Sam Ratulangi yang berarti manusia hidup untuk manusiakan manusia lain.
“Setiap manusia memiliki martabat potensi dan kesempatan untuk berkembang menjadi lebih baik. Pemasyarakatan dibangun atas dasar keyakinan. Setiap manusia memiliki kemampuan dibalik setiap kesalahan dan pelanggaran masih terdapat ruang untuk memperbaiki diri dan kesempatan untuk belajar,” ujar Silalahi.

Tugas Pemasyarakatan bukan sekedar menjaga keamanan dan ketertiban tetapi tugas pengawasan juga menghadirkan perubahan.

Pemasyarakatan Sulawesi Utara terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pembinaan bagi narapidana dan anak binaan melalui pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian melalui pembinaan kepribadian warga binaan diarahkan untuk membangun kesadaran hukum memperkuat nilai moral meningkatkan disiplin serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sementara melalui pembinaan kemandirian mereka dibekali berbagai keterampilan produktif agar mereka agar memiliki kemampuan untuk hidup mandiri ketika kembali ke tengah-tengah masyarakat khusus bagi anak binaan, pendekatan yang dilakukan berorientasi pendidikan pembentukan karakter pengembangan potensi serta menyiapkan masa depan yang lebih baik.
Keberhasilan Pemasyarakatan diukur dari beberapa kembali menjadi warga negara yang baik produktif dan bertanggung jawab.

“Pada peringatan hari ulang tahun ke 81 kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 ini. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memberikan remisi umum kepada narapidana serta pengurangan masa pidana kepada anak binaan yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan total penerima revisi umum dan pengurangan masa pidana pada momentum hari kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 di seluruh unit pelaksana teknis Pemasyarakatan Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 1874 orang dengan rincian revisi Umum 1 sebanyak 1816 orang remisi umum 2 yang langsung bebas pada hari ini pak gubernur hari ini mereka bebas sebanyak 36 orang dan pengurangan masa pidana 1 bagi anak binaan sebanyak 21 orang yang kebetulan sekarang warga binaan anak itu di Lapas Tomohon berjumlah 65 orang.
Selanjutnya ada pengurangan masa pidana yang langsung bebas sebanyak satu orang yaitu warga binaan anak satu orang,” ujar Silalahi.

Kepada saudara-saudara yang hadir pada hari ini memperoleh revisi maupun pengurangan masa pidana saya sampai selamat mendapatkan remisi. Remisi adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar bagi saudara-saudara yang hari ini kembali ke tengah masyarakat, jadikanlah kebebasan ini sebagai kesempatan kedua yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya dan yang masih menjalani sisa masa pidana teruslah belajar memperbaiki diri dan mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh.

Sulawesi Utara dikenal sebagai Bumi Nyiur Melambai, daerah yang sejak dahulu menjadi ruang perjumpaan berbagai budaya suku agama dan latar belakang kehidupan dari daerah yang menjunjung tinggi toleransi. Makanya setiap orang berhak memperoleh kesempatan untuk memperbaiki kehidupan, memperbaiki kehidupannya.

Mari kita bersama-sama membangun optimisme bahwa tidak ada manusia yang selamanya terikat oleh kesalahan. Di Sulawesi Utara juga masyarakat mengenal nilai luhur mapalus yaitu semangat gotong royong dalam mencapai tujuan bersama kami menyadari bahwa keberhasilan Pemasyarakatan tidak mungkin dicapai oleh jajaran Pemasyarakatan dengan sendiri, dukungan dari pemerintah provinsi Sulawesi Utara, aparat penegak hukum, pemerintah kabupaten kota, dunia pendidikan dunia usaha, toko agama toko masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat merupakan bagian yang sangat penting dalam mewujudkan reintegrasi sosial yang berhasil.
” Kami berharap ketika warga binaan kembali ke masyarakat mereka tidak hanya memperoleh kebebasan secara fisik tetapi juga memperoleh kesempatan untuk bekerja bekerja melanjutkan pendidikan membangun keluarga dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah Sulawesi Utara,” paparnya.

Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Sulawesi Utara atas dukungan dan perhatian yang telah diberikan termasuk fasilitas kantor yang sudah dan sedang kami tempati. Terima kasih pak gubernur kami sudah disediakan fasilitas kantor, terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan serta seluruh masyarakat yang selama ini telah mendukung pelaksanaan tugas di provinsi Sulawesi Utara semoga hasil kolaborasi yang terjalin dapat terus diperkuat demi mewujudkan permasyarakatan yang semakin profesionalis Humanis dan bermanfaat bagi masyarakat. Mari kita terus menjaga semangat Kemerdekaan dengan memberi ruang bagi perubahan membuka jalan bagi harapan dan menghadirkan kesempatan kedua bagi mereka yang ingin memperbaiki hidupnya Terima kasih. Dirgahayu Republik Indonesia ke 81 merdeka merdeka Tuhan memberkati.

Gubernur Sulawesi Utara dalam sambutannya mengatakan kalian telah bebas dan merdeka artinya sudah disampaikan tadi merdeka dalam artian bahwa kalian merdeka dari masa lalumu yang buruk dan merdeka untuk siap menyambut kehidupan baru.
” Saya sangat terharu tentunya karena kita saat ini dari jumlah warga binaan di Sulawesi Utara kurang lebih 3000 yang tersebar di kabupaten kota, kami tentunya sebagai pemerintah menerima kalian dengan baik dan saya minta seluruh masyarakat Sulawesi Utara terima dengan baik. Sebab tiada yang sempurna hidup ini. Tiada gading yang tak retak, semuanya tidak ada yang sempurna kalau sekarang hari ini kita punya niat baik untuk berbuat merubah diri kita untuk lebih baik.
Saya yakin dan percaya pasti akan berubah,” tutur Yulius.

Warga binaan dibina sekian lama, saya melihat dari depan tadi sudah mulai banyak perubahan.

Gubernur mengatakan dirinya yakin dan percaya Lembaga Pemasyarakatan Sulawesi Utara semua akan melakukan pembinaan warga binaannya secara serius terarah. Lembaga Pemasyarakatan membina mengarahkan mendidik menyiapkan sikap mental sehingga siap diterima kembali, siap bersama-sama dengan masyarakat lainnya dan siap ikut membangun, berpartisipasi membangun Provinsi Sulawesi Utara Saya.

Kemerdekaan hari ini yang diberikan tidak sia-sia, negara Indonesia sudah merdeka 81 tahun dan tentunya 81 tahun ini tema yang diberikan berdaulat dan makmur adil sudah diberikan negara kepada kita. yang punya prestasi Makmur kita punya kekayaan alam yang cukup untuk mengolah negara kita termasuk provinsi Sulawesi Utara jadi kalau kita bicara berdaulat adil dan makmur sesuai tema ulang tahun Republik Indonesia yang ke-81 tahun ini kami siap membimbing, siap membina kalian siap mengarahkan kalian untuk menjadi orang-orang yang berguna bagi dirimu keluargamu dan masyarakat dan pada umumnya kepada Republik Indonesia yang kita cintai bersama selamat buat kalian mendapatkan komisi,” tukas Gubernur.

Turut hadir Forkopimda Sulut, Para Bupati dan Walikota se Sulut atau yang mewakili, Jajaran Pemprof Sulut dan Jajaran Kanwil Ditjen Pas Sulut. (rom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *