KAWANGKOAN, identitasnews.id – Perhelatan Sidang Raya Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) ke XXXV di KGPM Sidang Sola Gratia Kiawa Kawangkoan Utara, memasuki hari kedua.
Sidang yang digelar di Kiawa Resort Kiawa beragendakan penyampaian laporan pertanggung-jawaban dari pucuk pimpinan, majelis gembala dan laporan badan pengawas dan majelis pertimbangan sidang.
“Memang dijadwalkan hari ini mungkin bisa sampai malam hari ketiga kelembagaan ini menyampaikan laporan kemungkinan kalau waktu memang sudah tidak mencukupi akan dilanjutkan pada besok. Tanggapan pada pelaporan setelah itu akan masuk pada pleno,” ujar
Pnt Drs Tenni Assa Sekretaris 3 Pucuk Pimpinan Majelis Gembala.
Lanjut Assa, khusus tentang laporan pertanggung-jawaban dari pucuk pimpinan, majelis gembala, laporan badan pengawas dan majelis pertimbangan sidang menjabat. Akan ditanggapi oleh peserta, bisa ada yang menerima atau menolak atau menerima dengan catatan dan penjelasan. Termasuk jika ada yang dinilai perlu diberikan penjelasan oleh pucuk pimpinan, majelis gembala mulai laporan ataupun berkaitan dengan kinerja untuk pimpinan yang dalam 5 tahun.
“Kalau ada yang menolak, maka dilihat dari mekanisme persidangan. Mekanisme ditolak setengah tambah satu tapi memang biasanya dalam persidangan itu akan kalaupun akan diterima tentu dengan catatan-catatan, tapi tentu kita berharap persidangan ini apa yang telah dicapai oleh pucuk pimpinan selama 5 tahun ini dinilai bisa dinilai oleh Jemaat sendiri,” jelas Assa.
Ketua Umum Pucuk Pimpinan KGPM Gembala Dr Franky Londa MA, mengawali laporan mengatakan situasi pelayanan yang dilanda Covid 19, sungguh menjadi pergumulan dan tantangan berat, termasuk perkembangan geopolitik dan perubahan zaman.
“Pucuk Pimpinan dan pimpinan gereja terus berupaya melaksanakan tugas dalam kekompakkan, sebagai jawaban pada ketaatan tugas dan panggilan gereja,” ujar Londa.
Dalam kepemimpinan selama lima tahun ini, KGPM bekerja berdasarkan visi misi dan arah kebijakan strategis periode 2021-2026.
Banyak kebijakan strategslis dan program pelayanan yang telah dilakukan berdasarkan tema Akulah yang Awal dan Akhir. Gereja mencoba menjaga keutuhan gereja ditengah persoalan pelik dan perkembangan zaman.
“Kami bersyukur bahwa pelayanan kami selang lima tahun boleh berjalan dengan baik ditengah dinamika yang persoalan kebangsaan yang pelik dan menguji iman gereja untuk tetap bertahan dalam badai dan cobaan,” tukas Londa. (rom)












