Dari: Gerald Lengkong, S.H.
Hari ini, 18 Agustus 2026 — sehari setelah bangsa merayakan kemerdekaan ke-81 — Efraim Lengkong, yang akrab disapa Om Ever, genap berusia 71 tahun.
Sebuah perjalanan hidup yang membentang melintasi tiga zaman besar bangsa ini: Orde Lama, Orde Baru, hingga era Reformasi. Bukan sekadar bertambahnya usia, melainkan tujuh puluh satu tahun pengabdian, pemikiran, dan keteguhan hati yang tak pernah luntur.
Sebagai pria flamboyan tiga zaman, beliau tampil dengan semangat yang tetap menyala — tegas namun lembut, lantang namun bijaksana. Di balik penampilannya yang berkarisma, tersimpan pengalaman hidup yang menjadi cermin bagi kita semua.
Selama puluhan tahun, Efraim Lengkong hadir bukan sekadar sebagai pengamat, melainkan sebagai suara yang tak pernah lelah menyuarakan kebenaran. Beliau memikul berbagai amanah yang saling melengkapi — menyatukan nilai adat, bangsa, dan iman dalam satu kesatuan yang utuh:
-Pengamat Hukum & Sosial Masyarakat Sulawesi Utara — Senantiasa mengawal transparansi penegakan hukum, menyoroti ketidakadilan, dan mengingatkan: hukum adalah pelindung rakyat, bukan alat kekuasaan.
-Ketua Umum 6 Dotu Tanjung Merah, Kota Bitung — Menjaga warisan leluhur, merawat nilai-nilai adat, dan memperkuat identitas masyarakat Tanjung Merah sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah tanah Minahasa.
-Kabid Hukum dan Advokasi, Panca Mandala Mapalus Sulawesi Utara — Jejaring BPIP-RI — Berjuang membela hak-hak masyarakat, menjaga keseimbangan, dan memastikan kebijakan negara berpihak pada keadilan sosial.
-Jurnalis Senior & Pemikir — Menyaksikan dan mencatat perjalanan tiga zaman. Pengalaman hidup yang menjadi cermin bagi generasi muda untuk belajar dari masa lalu.
-Ketua Kelompok Pelayanan Lansia (KPL) GMIM Karunia Sea Satu & Wakil Ketua KPL Wilayah Malalayang Timur — Di usia senja, justru semakin aktif melayani sesama lansia. Menjadi teladan bahwa masa tua bukan masa berhenti, melainkan masa memancarkan terang iman dan kasih.
-Penasehat Ormas Brigade Manguni Indonesia (BMI).
-Salah satu pendiri Ormas Aliansi Kabasaran Se Indonesia yang merupakan ormas adat.
-Komisaris PT Lentera Timur Lestari yang bergerak di bidang media tulis dan online.
-Humas & Legal di Perusahaan air minum & Wiski.
Di tengah riuh perayaan kemerdekaan ke-81, Om Ever senantiasa mengingatkan satu hal yang mendasar: Keadilan adalah inti dari kemerdekaan.
Bagi beliau, kemerdekaan belumlah sempurna jika belum disertai penegakan hukum yang bersih, bebas dari praktik case fixing atau rekayasa perkara, serta transparan bagi seluruh rakyat. Tanpa kepastian hukum yang adil, fondasi moral bangsa akan rapuh — dan cita-cita melahirkan Generasi Emas yang berintegritas tinggi tidak akan pernah tercapai secara hakiki.
Beliau berseru dengan lembut namun tegas: “Kita tidak bisa membangun masa depan yang luhur di atas fondasi ketidakadilan. Generasi Emas bukan soal tahun 2045, melainkan soal hati nurani yang lurus di setiap masa.”
Semangat yang Tak Pernah Pudar: Tujuh puluh satu tahun bukanlah angka semata. Ia adalah tujuh puluh satu tahun perjalanan, pengalaman, pengorbanan, dan doa. Di usia ini, beliau tetap berdiri tegak — pena di tangan, kebenaran di dada, iman di hati. Pemikirannya tetap tajam, suaranya tetap didengar, dan keteladanannya menjadi pelita bagi generasi muda Sulawesi Utara untuk terus berjuang.
“Di usia senja, pengalaman hidup, kesabaran, dan iman yang telah diuji bertahun-tahun menjadi cahaya bagi kami generasi muda.”
Penutup:
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan, dan hikmat yang berlimpah bagi Bapak Efraim Lengkong. Semoga langkah beliau terus diberkati, dan semoga semangat keadilan yang beliau perjuangkan segera mewujud di bumi pertiwi — demi Indonesia yang benar-benar Berdaulat, Adil, dan Makmur.
Selamat Ulang Tahun ke-71, Bapak Efraim Lengkong — Pria Flamboyan Tiga Zaman.
Semoga Tuhan memberkati setiap langkah, setiap tulisan, dan setiap doa yang kau panjatkan demi tanah air tercinta. 🕊️🇮🇩














