SANGIHE.Identitasnews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe melalui Dinas Kesehatan Daerah menghadirkan sebuah platform berbasis Web yang dirancang untuk pengendalian dan memastikan pasien Tuberkolosis (TB) menjalani pengobatan hingga tuntas, yang diberi nama Aplikasi Sistem Akselerasi Nusantara Tangguh Eliminasi Tuberkolosis (SANTER-TB).
Peluncuran Aplikasi SANTER-TB tersebut dilakukan oleh Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, SE., MM bertempat di Bunaken Ballroom Tahuna Beach Hotel and Resort, Senin (06/07/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tendris Bulahari, Ketua DPRD Denny Roy Tampi, SE, unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Johanis E.H. Pilat, S.Sos., MM, Kepala Karantina Manado, Akademisi, Ketua Badan Adat, Direktur RSUD Liung Kendage dan RSUD Liung Paduli, para Kepala Puskesmas dan Kader TB, tokoh agama serta undangan lainnya.
Aplikasi SANTER-TB merupakan inovasi baru Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam mengatasi persoalan Lost to Follow Up (KTFU) atau pasien yang menghentikan pengobatan sebelum dinyatakan sembuh, yang selama ini menjadi tantangan besar dalam penanganan TB.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah dr. Handry Pasandaran, ME menjelaskan bahwa aplikasi SANTER-TB tersebut akan mengintegrasikan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan TB mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, kader TB, pasien hingga keluarga pasien dalam satu sistem pemantauan terpadu.
Salah satu fitur unggulannya adalah Electronic Directly Observed Treatment (EDOT) yang memungkinkan pengawasan minum obat dilakukan secara elektronik. Pasien atau anggota keluarga cukup mengunggah video saat mengkonsumsi obat. Selanjutnya, video tersebut dapat dipantau langsung oleh kader, Puskesmas hingga Dinas Kesehatan.
Selain itu, aplikasi juga dilengkapi sistem peringatan dini. Jika pasien tidak mengkonsumsi obat selama 24 jam, sistem akan mengirimkan notifikasi kepada petugas. Apabila belum ada tindak lanjut, tenaga kesehatan akan melakukan kunjungan langsung ke rumah pasien untuk memastikan pengobatan tetap berjalan sesuai prosedur pengobatan, jelas Pasandaran.
Ia juga menambahkan bahwa SANTER-TB juga menyediakan layanan telekonsultasi sehingga pasien, terutama yang berada di wilayah terpencil dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan maupun dokter tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
Sementara dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, SE., MM mengatakan bahwa inovasi Aplikasi SANTER-TB tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah dalam rangka mendukung target eliminasi TB di Indonesia pada tahun 2030.
Menurut Thungari, TB masih menjadi persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian serius karena banyak pasien menghentikan pengobatan setelah merasa sembuh, pada hal proses pengobatan belum selesai. Sehingga hal itu menyebabkan kekebalan terhadap obat dan proses penyembuhan menjadi lebih sulit.
“TB masih dapat disembuhkan apabila pasien disiplin menjalani pengobatan hingga selesai sesuai anjuran tenaga kesehatan. Karena itu, pengawasan yang baik sangat diperlukan agar tidak ada pasien yang putus berobat”, kata Thungari.
Ia juga mengajak seluruh kader TB untuk aktif melakukan pendataan terhadap warga yang diduga menderita TB serta rutin memperbaharui data melalui aplikasi SANTER-TB. Menurut Bupati, semakin cepat pasien ditemukan dan diobati maka semakin kecil pula resiko penularan di tengah masyarakat.
Saat ini, SANTER-TB masih dikembangkan dalam versi berbasis Web namun ke depan diharapkan mampu menjadi sistem pengawasan pengobatan TB yang semakin efektif serta mendukung percepatan eliminasi tuberkolosis di Kabupaten Kepulauan Sangihe, kunci Bupati.(jl).












