KAWANGKOAN, identitasnews.id – Hukum Tua Desa Ranolambot Vekt R Ruru SH, mengatakan pesta demokrasi pemilihan hukum tua (Pilhut) Desa Ranolambot telah usai. Semua perbedaan harus diakhiri dengan inda, dan kini saatnya merajut kembali persaudaraan dan persahabatan yang erat untuk bersinergi membangun desa ini lebih maju dan lebih baik.
“Saya bersyukur dan berterima kasih, sebab Pilhut di Desa Ranolambot telah berakhir. Semua tahapan telan berjalan dengan baik, aman dan lancar. Kini tugas kita semua adalah melupakan perbedaan itu, dan merajut kembali persaudaraan dan persahabatan yang sempat renggang oleh karena situasi yang menghendaki kita untuk berbeda untuk sebuah demokrasi yang berkualitas,” ujar Ruru, Rabu (24/6/2026).
Pilhut banyak hal yang telah menyadarkan kita bahwa perbedaan adalah hal yang lumrah. Dan jangan karena perbedaan menjadi penghalang bagi kita untuk memulai sebuah kemajuan demi masa depan Desa Ranolambot. Terlepas dari itu, kita semua berbangga, sebab kita boleh melewatinya dengan kedewasaan berpikir dan bertindak.
Tidak mudah kita berada dalam satu tempat, namun berbeda sikap dan pilihan. Namun sejarah telah tercatat dan terukir di desa ini. Bahwa Pilhut Desa Ranolambot telah berjalan dengan baik, lancar, damai dan telah terpilih Hukum Tua yang dikehendaki masyarakat.
” Saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Ranolambot untuk menerima hasil pemillihan dengan lapang dada. Pemilihan telah berjalan sesuai dengan aturan. Jika ada yang merasa keberatan, ada jalur hukum yang bisa ditempuh. Kita semua berkewajiban mendukung dan mendoakan pemimpin yang telah terpilih, sebab apapun alasannya yang telah terpilih adalah pemimpin kita semua,” pungkas Ruru.
Kini saatnya kita membangun kebersamaan, membangun desa ini dengan segala potensi yang dimiliki. Masa depan desa ini ada ditangan seluruh masyarakat.
Ruru berpesan, pemimpin terpilih, harus bisa merangkul calon yang belum terpillih dan juga pendukungnya. Ini akan membuat langkah kita menjadi ringan untuk membawa kemajuan dan yang berarti bagi desaa yang kita cintai,” pungkas Ruru. (rom)












