TOMPASO, identitasnews.id – Perayaan Pengucapan Syukur Kabupaten Minahasa tidak lama lagi. Berdasarkan surat edaran Bupati sedianya acara syukur ini digelar pada Minggu 20 Juli 2025.
Camat Tompaso Barat Stefry Pandey ST MAP, menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Tompaso Barat, agar terus bersinergi dengan aparat keamanan dan organisasi keagamaan lainnya guna menciptakan keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan pengucapan syukur.
Menurut Pandey, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya harus memberikan peran yang nyata guna menjaga keamanan agar tetap kondusif.
” Pengamanan menjadi tugas kita bersama,” tukas Pandey, Rabu (16/7/2025).
Disisi lain, Pandey mengingatkan kepada masyarakat dan para tamu, persoalan yang menjadi titik perhatian kita adalah jangan sampai ada minuman keras yang beredar dan disajikan dalam acara ini. Minuman keras sangat berbahaya, dan sering menjadi sumber terjadinya gangguan keamanan.
” Saya mohon dengan sangat, hindari penyajian minuman keras, sebab hal ini sangat mengancam keamanan. Mohon kerjasama kita semua, ” tegas Pandey.
Camat Pandey juga meminta untuk saling mengamankan arus lalu lintas, dengan tidak memarkir kendaraan di badan jalan.
Kepada para hukum tua dan aparat desa, diharapkan untuk terus melakukan pemantauan di masing-masing desa. Saya juga meminta aparat kepolisian untuk melakukan patroli pengamanan di wilayah Tompaso Barat.
Dibalik hiruk pikuknya pengucapan syukur, Pandey menghimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan waktu yang sangat baik ini untuk beribadah di rumah ibadah. Sebab pada intinya perayaan pengucapan syukur adalah wujud cinta dan kasih Tuhan kepada kita, sehingga berkat Tuhan selalu dicurahkan dalam berbagai bidang kehidupan kita. Kemudian yang tak kalah penting adalah perayaan ini harus di rayakan dengan sederhana.
” Pengucapan syukur adalah cara kita untuk menyampaikan syukur kita kepada Tuhan sebagai sumber segalanya. Karena itu mari kita rayakan acara syukur ini dengan sesederhana mungkin. Hindari pemborosan apalagi lest pora, sebab hal itu sama sekali tak berguna, dan bisa mencederai makna pengucapan syukur,” pungkasnya. (rom)





























