Sekda Sangihe Hadiri Advokasi Pangan Aman

SANGIHE.Identitasnews.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Sangihe Melanchton Harry Wolff, ST, ME menghadiri sekaligus membuka kegiatan Advokasi Pangan Aman yang di laksanakan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Manado di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kamis (15/04/2021).

Kepala Loka POM Tahuna Octavianus Herman Mamondol, SSi dalam laporannya menyampaikan terkait dengan potensi ketahanan pangan maka pemerintah telah menetapkan tiga program nasional untuk di laksanakan di Kabupaten Kepulauan Sangihe yaitu : Program Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah, Program Pasar Aman dan Program Desa Pangan Aman.

Untuk pelaksanaannya melalui beberapa tahap, salah satu tahap awal dari program ini adalah advokasi. Dari tiga program tersebut mempunyai tahapan-tahapan yang berbeda yang nanti akan dijelaskan, lanjut Mamondol.

Ia menjelaskan bahwa untuk Program Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Sangihe sudah kedua kalinya. Dimana untuk pertama kali dilaksanakan di tempat yang sama pada tahun 2019, dengan melibatkan atau mengintervensi kurang lebih 50 sekolah. Sedang untuk tahun 2021 ini di targetkan ada 11 sekolah dan telah terundang untuk mengikuti advokasi terkait kegiatan tersebut.

Kemudian untuk program kedua yaitu Pasar Aman. Kita sudah berkoordinasi lintas sektor atau dinas terkait dan pasar yang di rekomendasikan menjadi sasaran pasar aman adalah pasar Towo’e. Pasar terbesar di Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah pasar Towo’e dimana banyak pedagang dan pembeli berintegrasi di sana, ungkap Mamondol.

Selanjutnya untuk program ketiga adalah Desa Pangan Aman. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk merekomendasikan dua desa untuk di intervensi ketahanan pangan untuk program pangan aman dan yang direkomendasikan adalah Desa Utaurano Kacamatan Tabukan Utara dengan Desa Barangkalang Kecamatan Manganitu. Karena memang kedua desa tersebut dipandang memiliki salah satu program terkait penyiapan ketahanan pangan yang juga di tangani oleh BUMDes, tambah Mamondol.

Kita berikan pengetahuan kepada masyarakat sehingga bisa menentukan sendiri pangan yang aman, bermutu dan bervisi yang akan ia konsumsi. Jadi sasaran akhirnya adalah kembali kepada penggunaan pribadi masing-masing, tegasnya.

Sementara Sekda Kabupaten Kepulauan Sangihe Melanchton Harry Wolff, ST, ME menyampaikan terima kasih kepada Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di Manado sebagai pelaksana kegiatan. Apa yang dilaksanakan ini merupakan upaya dari Kementerian Kesehatan RI dalam menjamin pemenuhan pangan yang aman serta mendukung program Pemerintah di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Di Kabupaten Kepulauan Sangihe, gerakan pangan aman telah dimulai dan semakin ditingkatkan yakni dengan meningkatkan potensi pertanian lokal yang ada serta melalui program dua hari tanpa makan nasi (Two Day’s No Rice), peningkatan pangan lokal membantu ketersediaan pangan di daerah ini. Hal ini di rasa manfaatnya ketika kita berada di tengah covid 19 dimana ketersediaan pangan yang aman dan bermutu dari pangan lokal dapat berfungsi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, lanjut Wolff.

Kita berharap bersama bahwa program pangan aman di Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat membantu kesejahteraan masyarakat dan pemulihan perekonomian Indonesia, tutup Wolff.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Koordinator Bidang Informasi dan Komunikasi Balai Besar POM di Manado Dra. Maria Sarlote Potabang, Apt sebagai narasumber,  Pimpinan OPD, Kepala Sekolah , Kepala Desa dan berbagai lintas sektor yang terundang.(jl)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *