SANGIHE.Identitasnews.id – Untuk pertama kalinya Kabupaten Kepulauan Sangihe diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 Skala Richter, Senin (08/06/2026) sekitar pukul 07.37 WITA, memicu kepanikan luar biasa bagi warga masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir pantai.
Akibat guncangan kuat dengan durasi yang cukup lama disusul adanya peringatan dini potensi Tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ribuan warga masyarakat langsung melakukan evakuasi mandiri dan mengungsi ke sejumlah titik aman di wilayah terdekat.
Menyikapi situasi darurat tersebut, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari langsung bergerak cepat dengan meninjau sejumlah lokasi terdampak. Salah satu diantaranya adalah memantau kondisi pasien RSD Liun Kendage Tahuna yang terpaksa dievakuasi ke luar gedung perawatan demi keselamatan.
Bupati Michael Thungari juga menyampaikan bahwa di pulau-pulau terluar yang jaraknya sangat dekat dengan pusat gempa seperti Pulau Kawio Kecamatan Kepulauan Marore terdapat sejumlah rumah yang rusak.
“Kita patut bersyukur, sekalipun ada rumah warga dan fasilitas umum yang rusak, namun tidak ada korban jiwa dari bencana gempa bumi tersebut”, ujar Thungari.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe Wandu C.C. Labesi mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Daerah sementara melakukan pemetaan dampak kerusakan di lapangan.
“Berdasarkan data sementara, terdapat 74 unit rumah mengalami kerusakan fisik (ringan hingga berat), 5 unit fasilitas umum dan 1 unit rumah ibadah. Sedang total kerugian materil belum diketahui secara pasti, BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe masih sementara melakukan pemetaan”, kata Labesi.
Kami juga berharap kepada seluruh Camat di wilayah terdampak lainnya untuk segera menyampaikan data kerusakan secara komprehensif agar proses penyaluran stimulan bantuan tepat sasaran dan akuntabel, kunci Labesi.(jl)












