Jelang Idul Fitri, Sahelangi: Harga Bapok di Pasar Langowan Relatif Stabil dan Stok Tersedia

LANGOWAN, identitasnews.id – Menjelang perayaan Idul Fitri 2026, harga bahan pokok (bapok) disejumlah pasar tradisional di kabupaten Minahasa, relatif aman.
Harga bahan pokok di pasar tradisional Langowan terpantau masih relatif aman atau stabil.

“Berdasarkan data hari ini Selasa 10 Marer 2026 harga bahan pokok masih stabil. Memang untuk harga cabe rawit ada kenaikan, tapi khusus hari ini harganya masih relatif aman yakni Rp 60.000/kg,” ujar Kepala Pasar Langowan August Sahelangi.

Dia menegaskan kenaikan ini lebih disebabkan oleh ketersediaan atau stok yang mungkin agak menepis. Biasanya permintaan banyak, sementara stok kurang maka akan berpengaruh pada harga satuan.

Untuk bahan pokok lainnya, Sahelangi mengatakan masih sangat muda di jangkau, seperti bawang merah yang kini dijual Rp 45.000/kg. Kemudian bawang putih dijual dikisaran Rp 35.000-40.000/kg. Khusus untuk minyak kita, sejak beberapa hari ini, bahkan sudah beberapa Minggu perkilo di jual Rp 17.500 hingga 18.000/kg, selain minyak kita, minyak goreng lainnya memang sudah di jual diatas Rp 20.000-an.

Khusus buah tomat harga masih sangat rendah, demikian juga harga daun bawang yang masih dijual diharga yang relatif rendah.

Sedangkan untuk daging ayam harganya relatif masih sangat aman, meski ada kenaikan sedikit.

Harga bahan kue mulai dari telur, mentega, gula pasir, tepung dan lainnya masih dalam batas kewajaran.
“Dengan demikian harga Bapok di pasar Langowan saat ini masih aman. Jika ada kenaikan sepertinya takkan mencolok, termasuk daging sapi hingga bahan untuk pembuatan kue ,” papar Sahelangi.

Meski demikian, Sahelangi memastikan bahwa ketersedian bahan pokok di pasar Langowan sangat aman. Lagi menurutnya stok bahan pokok semua tersedia, alias semua tersedia.
” Masyarakat tak perlu panik dan khawatir sebab stok aman,” tegasnya.

Dibagian lain, Sahelangi mengatakan pihaknya terus memantau pergerakan pasar termasuk terus mengawasi pedagang nakal yang sering memanfaatkan situasi dengan cara melakukan penimbunan bahan pokok.
” Hati-hati. Kami terus ingatkan bahwa jangan sampai kami temukan adanya pedagang nakal yang meninbun bahan pokok,” terangnya. (rom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *