Rayakan Isra Mir’raj, BTM Baitul Ikhlas Langowan Hadirkan Ustad Abdurahman Mahruz Lc

LANGOWAN, identitasnews.id – Ketua Badan Takmir Masjid (BTM) Baitul Ikhlas Desa Waleure Kecamatan Langowan Timur dan Ketua PCNU Minahasa Haji Syafaruddin Maddepunggeng, mengatakan dalam rangkah memperingati Isra Mir’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447/2026, menghadirkan Ustad Haji Muhammad Mahruz Lc, sebagai pembicara atau khatib, Kamis (15/1/2026).

Isra Miraj adalah peristiwa luar biasa dalam sejarah Islam yang mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam ke langit untuk menerima perintah salat lima waktu.

“Tujuan Nabi Muhammad SAW Melakukan Isra Miraj. Salah satu tujuan utama Rasulullah SAW di-isra’-kan adalah untuk diperlihatkan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah secara langsung. Hal ini seperti yang telah ditegaskan dalam Surah Al-Isra ayat 1,” ujar Syafaruddin.

Berdasarkan SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, libur Isra Miraj jatuh pada tanggal 16 Januari 2026.

Ustad Muhammad Mahruz dalam khotbahnya mengatakan, peristiwa Isra Miraj merupakan salah satu momen paling monumental dalam sejarah peradaban Islam yang selalu diperingati setiap tahunnya. Bagi umat Muslim, ini bukan sekadar cerita sejarah biasa, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang menembus batas logika manusia dan ruang waktu.

” Peringatan ini menjadi pengingat akan kekuasaan Allah SWT yang tidak terbatas serta kemuliaan Nabi Muhammad SAW di hadapan Sang Pencipta. Melalui peristiwa ini, umat Islam di seluruh dunia kembali merefleksikan pentingnya keimanan dan kualitas ibadah mereka,” tuturnya.

Lanjutnya, secara sederhana, Isra Miraj adalah dua perjalanan suci yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja. Peristiwa ini sangat istimewa karena pada masa itu, perjalanan sejauh ribuan kilometer mustahil dilakukan dalam waktu sesingkat itu tanpa campur tangan kekuasaan Ilahi.

Dalam terminologi Islam, peristiwa ini terdiri dari dua fase yang berbeda namun satu kesatuan. “Isra” merujuk pada perjalanan horizontal di bumi, sedangkan “Miraj” adalah perjalanan vertikal menembus langit.

“Peringatan ini tidak hanya sekadar penanda tanggal merah di kalender nasional. Lebih dari itu, tanggal 27 Rajab menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri, mengingat kembali sejarah turunnya perintah salat yang menjadi tiang agama. Tetap setia dan jalankan sholat lima waktu dengan baik dan tekun, sebab itulah nafas islam yang sesungguhnya,” tukas Mahruz. (rom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *